Posts

Roti kawah

Image
Kira-kira sudah 4 tahun saya tinggal di kalimantan selatan. Dan selama itu saya nggak tahu apa nama makanan ini. Sebenarnya ini roti sih hanya bentuknya bundar begitu.

Kalau dilihat lebih jelas, penampakannya serupa dengan roti sobek tapi beda penampilan. Lalu roti ini nggak ada isinya (beberapa kali nyoba nggak pernah ada isinya sih). Paling atasnya ditabur gula pasir.


Biasanya roti ini berwarna hijau buat ngasih tau kalau ada rasa pandannya. Sama warna kuning atau putih ya. Pokoknya warna roti biasa deh. Roti ini selalu disajikan di acara pengajian apalagi pas maulid. Pasti ada 2 buah roti kawah di dekat ustad. Selesai pengajian langsung diserbu buat dimakan.

Selama beberapa tahun itu saya sungguh tersiksa karena penasaran. Tiap ke pasar dan lihat penjual makanan ya cuma dibilang roti manis. Sempat agak terima, namun sesungguhnya saya penasaran sekali pemirsah. Terutama cara bikinnya. Kalau dilihat sepertinya memang pakai loyang tapi kok agak gimana gitu. Bagian pinggir atas rotinya…

Cara merawat anggrek

Image
Siapa sih yang nggak suka melihat bunga bermekaran? Warna dan bentuknya jadi pemikat yang bikin banyak orang terpesona. Satu tangkai bunga mekar saja sudah bikin senyum merekah. Apalagi kalau bunganya didapat dari pujaan hati. Wow, bisa nggal tidur memandangi bunganya.

Oh ya belakangan beberapa daerah sempat viral gara-gara perkebunan bunganya yang indah banget. Seperti kebun bunga matahari dan yang paling anyar ya mekarnya bunga-bunga di kota Surabaya. Seketika kota pahlawan itu berubah sejenak menyerupai negeri matahari terbit.

Saya memang tidak ke Surabaya, tapi ikut senang dan gembira melihat postingan teman-teman. Ah, andai bisa melihat langsung (berkhayal).

Rupanya kegalauan saya dimengerti sama bunga-bunga yang saya pelihara. Si melati kerap menebarkan keindahan dan harumnya. Begitu dengan bunga wijaya kusuma (yang kecil) yang nggak mau kalah sama melati, berebut berbunga. Terima kasih bunga-bungaku sayang.

Tetapi, yang bikin saya senang adalah anggrek-anggrek saya mulai menunj…

10 manfaat belajar menggambar

Image
Hmm, saya suka baca buku. Genrenya bebas sih, apa saja dibaca. Bahkan seringkali kepingin punya buku-buku yang nggak dijual. Dibuat dan diterbitkan untuk suatu kalangan atau karena pembiayaannya dari suatu instansi. Rasanya senang banget kalau bisa memiliki. Seperti punya sesuatu yang istimewa dan belum tentu orang lain punya.

Tetapi...bukan buku ini yang jadi bahasan utama, tapi gambar alias ilustrasi dalam buku. Selalu terkagum-kagum pada goresan pena dan permainan warnanya. Cuakep. Kalau pun cuma hitam putih, kayak komik itu lho, mampu membuat saya tetap terkagum-kagum. Ekspresi tokohnya itu lho yang bikin gregetan dan mampu menghidupkan si tokoh.

Entah karena dasar ini, kagum sama ilustrator, atau memang penasaran karena ingat dulu sekolah bisa menggambar (bisa bukan berarti jago ya hahahaha), maka saya memutuskan untuk mengikuti kelas belajar menggambar secara daring.

Ehem, kelas seperti ini membantu saya nun jauh di sini buat belajar. Waktu pertama belajar, serasa kembali ke mas…

Buku tua

Image
Ah, saya lagi gembira, happy, senang, pokoknya benar-benar bahagia. Kayak mau ketemu pujaan hati, padahal nggak sama sekali.

Mau tau kenapa saya gembira sangat? Gara-garanya saya mendapatkan sebuah buku tua. Nggak sengaja sih pinjamnya. Wah, kok pinjam ya? Tenang, tenang, begini ceritanya.
Suatu hari, saya datang ke museum lambung mangkurat. Kebetulan letaknya tidak jauh dari rumah. Ya, 10 menitlah naik motor. Kedatangan saya untuk mencari bahan penulisan artikel tentang museum.
Singkat cerita, setelah ngobrol ngalor-ngidul, pergilah saya ke perputakaan yang ada di museum. Nggak sendiri sih, kan di rumah orang jadi harus ditemani. Meskipun saat nyari buku buat referensi ya nggak puas kalau nggak ikutan nyari di rak.
Sayang, nggak banyak materi yang didapat. Tetapi di antara buku-buku yang dipinjamkan, terselip sebuah buku kuno alias buku tua. Judulnya "Pedoman Singkat Mengoendjoengi Moeseoem". Buku ini dibuat dan diterbitkan oleh Koninklijk Bataviaasch Genootschap Van Kunste…

Perkedel

Image
Tadi lihat postingan teman. Dia bikin perkedel. Jadi keingetan beberapa hari lalu bikin perkedel juga.

Lucunya, alasan bikin perkedelnya agak mirip sama temen. Karena mendapati harga perkedel nan imut di warung makan itu lumayan. Kalau bikin sendiri, bakalan puas bolak-balik makannya.

Sadar nggak sadar, perkedel ini lumayan tenar lho. Warung nasi padang pasti menyajikan dan cepet abis. Begitu juga warung tegal.

Oh ya, dulu sekali. Waktu masih suka kelayaban menjalani tugas, pernah berburu perkedel di Bandung. Ini bukan sembarang perkedel karena tenar abis.

Warungnya buka sore sampai pagi. Kalau nggak salah namanya perkedel janda. Tempatnya deket terminal atau stasiun gitu. Tempatnya kecil aja, kayak cukup buat naruh kompor, wajan plus perlengkapan perkedelnya. Tetapi...yang beli antreeee.

Selama menunggu, semua setia duduk manid sambil ngeteh atau ngopi. Ngobrol juga dong. Nggak ada gagdet ya, belum jamannya. Tapi malah lebih asyik karena semua ngobrol seru.

Perkedelnya sederhana. Ben…

Asyiknya bikin video

Image
Ketika membaca postingan seorang teman, tentang lomba video pembuatan kain jumputan yang diadakan oleh Museum Tekstil Jakarta, saya langsung bersemangat. Pingin banget ikutan lombanya, padahal sama sekali belum pernah bikin video.
Pernah sih merekam buat disiarin langsung di instagram sama facebook. Tapi kan beda bangeut. Secara siaran langsung mah tinggal pencet tombol dan biarkan kuota bicara hahahaha. Pencet lagi kelar. 24 jam kemudian, video hilang begitu saja.


Kalau bikin video yang ini beda. Sampai perlu berpikir keras, mau ngerekam langsung berarti nyari bahan baku buat bikin kain, sementara waktu mepet, cuma 2 hari bro. Buku buat penambah ilmu ada, lagi dibaca ulang. Eh, keingetan punya foto pembuatan kain sasirangan. Tekniknya 11-12 lah sama jumputan.

Baca juga : Sasirangan dari Kalimantan Selatan

Sayang juga ya fotonya cuma tersimpan cantik di kartu memori. Mending diberdayakan saja. Tapi gimana caranya, ngertinya cuma bikin presentasi di power point dan disinilah saya memul…

Bolu kukus keju

Image
Hasil ngoprek dapur. Ketika tiba-tiba si kecil minta kue, katanya emaknya dah lama nggak bikin kue 🤔. Bahan baku kebetulan lengkap. Tapi telur ayamnya hanya 4. Biasanya bikin kue minimal 6 telur. Jadi deh nyari resep lagi. Dapat juga, aslinya bolu kukus ini dikasih bubuk taro biar warnanya ungu. Berhubung nggak ada, jadi diganti parutan keju saja. Rasanya jadi gurih gitu.

Baca Juga : Lezat dan renyahnya kue lekker
Misro, sisi lain dari singkong

Hasilnya enak. Rada asin karena si keju. Tapi penampakan keju tak terlihat karena semua sama.

Silahkan yang mau mencoba di rumah

Bolu Kukus Keju

Bahan A:
4 butir telur
200 gram gula pasir
1 sdt SP

Bahan B:
200 gram terigu
1 sdt Baking Powder

Bahan C:
100 ml santan (saya pakai kara)
100 ml minyak goreng

Bahan D:
Keju Cheddar parut

Cara membuat:
1. Kocok telur, gula pasir, dan sp sampai putih berjejak.
2. Ayak terigu dan baking powder. Masukkan ke adonan telur bergantian dengan bahan C. Aduk rata dengan spatula (aduk balik).
3. Tambahkan keju c…