Ayo bikin kue

Libur, judulnya bikin kue untuk anak-anak. Memang agak merepotkan, tapi kegiatan ini sangat menyenangkan. Bisa bikin sama-sama dengan anak-anak. Dari mulai belanja bahan bakunya sampai proses pembuatannya. Tapi soal bersih-bersihnya ya tetap sendiri, anak-anak sudah asyik sama kue yang sudah jadi.

Biar begitu saya senang melakukannya. Kadang ini dijadikan kegiatan eksperimen, berharap dapat hasil yang menakjubkan. Kerap kali ujungnya tidak sesuai, tapi senang saja melakukannya. Apresiasi anak-anak juga bagus, buktinya kue biasanya habis dimakan. Kecuali ketika bikin brownies.

IMG01952-20150426-1059

Kue ini dikatakan gagal karena mentega yang dipakai tidak bagus. Sudah begitu ketika dikukus, air pengukusnya terlalu banyak. Alhasil permukaan air berhasil dengan sukses mencapai bagian bawah loyang dan membuat kue basah begitu dikeluarkan dari loyang. Jadi, riwayat kue ini tamat sudah.

Gagal dengan si brownies, bukan berarti patah semangat dong. Saatnya bertanya dengan teman-teman yang juga suka bikin kue. Kebetulan sekali seorang teman tiba-tiba posting soal brownies bikinannya, eh brownies kukus pula seperti yang saya buat. Maka segera saja kirim pesan singkat yang isinya minta diajari bikin brownies itu. Apalagi teman-teman yang kebagian kuenya bilang rasanya enak.

Janji pun dibuat. Atur sana-sini supaya bisa ke rumahnya dan belajar bikin kue. Untunglah kesepakatan didapat. Singkirkan dulu kegiatan yang ada dan pergi ke rumahnya. Sempat bingung kenapa tidak boleh bawa bahan-bahan. Padahal saya menyiapkan daftar bahan yang akan dibeli buat bikin kue ini. Ditolak dengan alasan bahan-bahan itu tidak ada dalam daftar saya. Masa sih? brownieskan harus pakai terigu, cokelat batang, cokelat bubuk, gula pasir, dan mentega, itu bahan minimal ya. Kalau ada bahan tambahan lain pasti hanya satu atau dua.

Sebagai murid yang baik, ikuti saja kata bu guru. Datang tanpa bawa bahan, hanya bawa badan saja. Plus perut lapar buat makan siang. Hehehehe, fasilitasnya top banget deh. Usai makan, baru masuk dapur dan ternyata semua bahan sudah disiapkan dan ditakar. Mantap. Terus saya ngapain dong?

Sstt, ternyata bahan-bahan yang dipakai ada di dalam daftar saya. Hmm, berarti saya nggak salah dong. Oke lah, saatnya membuat kue. Sambil mengolah bahan-bahan kue, panci pengukus dipanaskan. Airnya hanya 3/4 bagian saja ya biar nggak sampai dasar loyang. Telur dan gula dikocok sampai mengembang. Masukkan terigu, aduk rata. Baru masukkan cokelat batangan yang sudah dilelehkan. Aduk rata semua.

Ambil dulu sedikit adonan dan satukan dengan susu kental manis (ini nggak ada di daftar), baru sisa adonan dibagi dua dan tuang ke loyang. Kukus sampai matang. Masukkan adonan yang dicampur susu kental manis, kukus lagi sebentar. Terakhir tuang sisa adonan lalu kukus sampai matang. Empat puluh lima menit kemudian kue pun matang. Nggak perlu dipotong, saya cicipi saja kue yang sudah matang dan dipotong-potong. Kue yang sudah jadi ini buat di rumah. Wah, enaknya belajar bikin kue, sudah tidak bawa apa-apa, dapat makan dan kue pula. Perut kenyang, hati pun gembira. Moga-moga sang teman tidak kapok dan mau mengajari lagi kalau suatu saat saya bertanya dan menyambangi dapurnya.


Comments