Cerita pagi

Pagi-pagi antrian pasien sudah banyak. Mereka dengan sabar duduk menunggu di depan loket yang belum dibuka. Beberapa tampak tertidur dengan bersandar pada tembok. Sementara yang lain mencoba bertahan dari deraan kantuk.

20180609_065524.jpg

Loket masih belum dibuka. Masih pukul 07.00 pagi. Seorang Bapak yang bertugas di situ, sepertinya paham menunggu sangat menjemukan. Diambilnya pengeras suara lalu berdiri di luar loket.

Dengan pelan dan sabar, bapak itu menyapa para calon pasien. Mengingatkan tentang surat rujukan yang diperlukan. Jangan sampai tertinggal atau sudah lewat masanya. Memastikan rujukan itu berasal dari puskesmas atau klinik dekat tempat tinggal calon pasien.

Sesekali, pembicaraannya disela dengan canda. Membuat mereka yang tertidur jadi terjaga. Ketika semua menyimak apa yang diingatkan, laki-laki itu mengingatkan akan mudik lebaran.

Saat banyak orang memutuskan untuk kembali ke tempat kelahirannya. Sekadar bersilaturahmi atau berwisata dengan keluarga. Jangan lupa membekali diri dengan kartu kesehatan, serupa bpjs, jknt, atau lainnya.

Ketika sakit tiba-tiba menyerang ditengah kegembiraan, manfaatkan sang kartu dengan menunjukkannya ke puskesmas atau klinik kesehatan. Layanan kesehatan akan diberikan segera. Begitu pesan si Bapak.

Semua menyimak. Mungkin mematrinya dalam-dalam. Jangan sampai benda kecil itu terlupakan karena keriuhan persiapan mudik nanti. Agar kegiatan kumpul bersama bisa berjalan baik dan dipenuhi kegembiraan.

Comments