Menjajal kalayang

Menjajal hal baru, pasti menyenangkan dong. Apalagi wahana yang ingin dicoba baru ada di Jakarta dan cuma di kawasan  Bandara Soekarno Hatta. Makin penasaran kayak apa.

20180618_110016

Kebetulan, mudik kali ini tanpa sengaja pesawat yang mau mengantar kami terlambat datang. Daripada duduk diam menunggu diputuskan buat keliling saja. Sekalian mencoba wahana yang diincar yaitu skytrain alias kereta layang atau kalayang bandara.

Sempat bertanya sama petugas disana, ini penting lho, jangan sampai gara-gara kepincut kalayang lupa sama jadwal penerbangan dan tertinggal pesawat. Ternyata masih ada waktu dua jam. Jadi keluarlah kami dari ruang tunggu menuju stasiun kalayang. Oh ya, sebaiknya check in dulu dan masukkan bagasi supaya lebih nyaman.

[gallery ids="244,246" type="rectangular"]

Stasiun kalayang tersebut berada tepat di depan terminal 1b. Bangunannya besar berwarna abu-abu muda. Dengan tangga berjalan kami menuju lantai atas. Bisa juga sih naik lift untuk mereka yang membutuhkannya. Di ruang tunggu kalayang terlihat papan yang menunjuk pada dua jalur kalayang. Ada papan besar bertuliskan "entry" sebagai penanda pintu untuk masuk ke dalam kalayang.

Seorang petugas keamanan berdiri di sama. Mengarahkan para penumpang yang penasaran ingin segera masuk kalayang. Andai tak ada pagar pembatas bisa jadi sudah pada mendekat ke kaca pembatas ruang tunggu dan kalayang.

[gallery ids="247,249" type="rectangular"]

Sesaat kemudian kalayang tiba. Kami calon penumpang belum bisa masuk. Pak petugas keamanan meminta kami berada diluar jalur dulu untuk memudahkan penumpang kalayang turun.

Tenang, nggak usah panik. Kalayang akan setia menunggu sampai kita naik. Didalam kita bisa duduk atau berdiri. Sebaiknya kursi ini diberikan pada orangtua atau mereka yang membutuhkan ya. Berdiri di dalam kalayang pun lumayan nyaman. Kalau takut terjatuh karena guncangan bisa berpegangan pada gelang-gelang di atas atau besi di tengah kalayang.

Wuzz kalayang berjalan tanpa guncangan yang berarti. Mungkin karena kereta yang resmi beroperasi september 2017 lalu ini sudah menggunakan roda bantalan bukan besi seperti kereta api.

20180618_112304

Tak berapa lama kalayang sampai di stasiun penghubung dengan kereta api bandara. Para petugas keamanan cukup sigap membantu para penumpang yang kerepotan naik karena bawaan yang banyak. Tak lama kemudian perjalanan dilanjutkan.

Seruan kegembiraan terdengar dari anak-anak ketika melihat deretan pesawat besar. Lalu bangunan lain di area bandara. Mengasyikan deh. Keriuhan itu baru berhenti saat kalayang berhenti di terminal 3.

Oh ya kalayang ini memang menghubungkan seluruh terminal di bandara. Dari terminal 1, stasiun penghubung, terminal 2, dan terminal 3. Dengan demikian para penumpang akan mudah berpindah dari satu terminal ke terminal lain dalam waktu cepat.

Jadwal keberangkatan kalayang yang terdiri dari dua gerbong ini bisa diketahui dengan mudah dilayar televisi yang ada. Di situ akan tertera keberadaan kalayang pada jalur a dan b serta berapa lama lagi kalayang tiba di stasiun tempat kita menunggu.

Kalau masih agak bingung, jangan ragu bertanya pada para petugas yang akan membantu calon penumpang dengan informasi yang diperlukan.

Oh ya. Catatan untuk para penumpang pesawat yang ingin menaiki kalayang, terutama mereka yang membawa banyak barang, jangan ragu memanfaatkan jasa porter yang ada, sebab troley tidak boleh masuk ke dalam kalayang. Selebihnya jaga kebersihan ya. Sayangkan fasilitas yang sudah dibangun dan disediakan jadi jelek karena kita sembarangan buang sampah. 20180618_105942

 

Comments