Posts

Showing posts from October, 2018

Harta Karun itu Berupa Cagar Budaya

Image
Beberapa waktu lalu, di grup lagi asyik ngobrol soal cagar budaya. Entah angin apa yang berhembus kencang, sampai-sampai kami asyik berdiskusi tentang warisan budaya bangsa yang harus kita jaga. Agak berat ya...tapi beneran lho, ngobrolin cagar budaya bisa melupakan banyak hal. Termasuk masak, hahahaha.

Saya kebetulan senang ngeliat bagunan atau apalah yang kuno dan antik. Rasanya takjub dan gimana gitu kalau ngeliat bangunan lama. Sudah arsitekturnya keren, bangunannya tahan lama (buktinya masih ada sampai sekarang), dan pasti ada cerita menariknya. Kalau kebetulan dibolehin sama pemiliknya, pasti saya foto-foto, bangunan atau bendanya ya, buat koleksi pribadi sih.


Nah, kembali ke gosipan para emak, ternyata pengertian cagar budaya itu sendiri belum banyak yang tahu. Apakah sebuah bangunan yang kelihatan tua atau sisa reruntuhan bisa dikatakan sebagai cagar budaya. Tahan dulu....kita cari tahu arti cagar budaya dulu, biar afdol.

Dari laman data.go.di, Cagar Budaya adalah warisan buda…

Misro, sisi lain dari singkong

Image
Ah, enak ya kalau punya lahan. Nggak perlu berhektar-hektar (eh, boleh juga sih kalau ada rejekinya. amin) asalkan bisa ditanami. Yup, kali ini edisi jadi petani hehehe. Bukan petani sungguhan sih, petani ala-ala yang nggak punya pengalaman plus kemampuan. Hanya memanfaatkan cangkul kecil buat bebersih halaman, plus beberapa batang singkong dari tetangga.

Entah kenapa, tetangga di sekitar rumah semua senang menanam. Ada saja yang ditanam, dari biji cabai, bawang merah, pepaya, sama kenikir yang semuanya berasal dari biji-bijian yang didapat dari dapur. Kan, sayang tuh sama cabai kering. Daripada dibuang begitu saja, ya mending disebar ke tanah kosong. Jadilah pohon cabai tumbuh cantik.

Karena hampir semuanya nanam cabai dan pepaya, saya memilih tanam singkong saja. Kebetulan bibit singkongnya dari tetangga yang sudah panen singkong. Jadi singkongnya sudah terbukti enak dan empuk. Maka, batang-batang singkong itu pun dibawa ke tanah lapang kosong di depan rumah. Namanya bukan petani, j…

Uniknya pasar martapura

Image
Hai...hai...kita main yuk ke pasar. Maaf ya kalau tempat mainnya kesannya gimana gitu. Pasar lagi...pasar lagi. Tapi...tunggu dulu jangan  kecewa karena menurut saya, setiap tempat pasti punya cerita.



Batu muliaNggak percaya? Tenggok deh rumah tetangga sebelah. Temboknya kayak gimana? Warnanya apa? Ada tanaman apa? Punya peliharaan nggak? Baru beli apa? Upss... banyakan yang menarik buat digali, asalkan yang positif ya. Nah apalagi pasar, banyak yang jualan, banyak juga pembelinya.

Salah satu pasar yang kerap saya datangi adalah....pasar martapura. Kebetulan letaknya dekat dari rumah. Nggak sampai sejam udah sampai. Udah gitu barang yang ditawarin beragam banget. Buanyakk. Mau beli sayur tinggal ke pasar di belakang pasar batuah. Segala keperluan dan belanja dapur tersedia di sana. Kalau baju, sepatu, plus peralatan rumah tangga ya di pasar batuahnya. Tapi...kali ini mainnya ke pasar oleh-olehnya alias pertokoan CBS martapura.

Kebetulan ada teman yang minta dicariin barang. Wuih...siap…

Akulturasi budaya banjar di banua halat

Image
Judul : akulturasi budaya banjar di banua halat
Penulis : wajidi




Dari judul bukunya sudah terbayang isinya, perihal perpaduan budaya di banua halat dengan masuknya agama islam di banua atau Kalimantan Selatan. Buku ini mengulas tentang sejarah, peninggalan, serta adat istiadat masyarakat.

Sebelum melangkah lebih jauh, pasti banyak yang bertanya-tanya dimanakah letak banua halat. Banua halat merupakan sebuah perkampungan tua di kota rantau kabupaten tapin. Pemukiman ini diperkirakan sudah ada sejak masa kerajaan banjar. Dibangun tepat di sepanjang sungai tapin. Penduduknya mayoritas beragama islam.


Agama islam sendiri mulai berkembang di Kalimantan Selatan sejak dijadikan agama resmi di Kesultanan Banjar. Meski pun demikian perkembangan Islam tidak lantas menghilangkan budaya setempat. Sebaliknya, masyarakat berusaha menjaga hingga saat ini. Tentu saja dengan beberapa penyesuaian agar tetap sesuai dengan jaman.

Contoh yang masih dapat dilihat dan dirasakan adalah pelaksanaan upacara ba…

Memilih ikan

Image
Sejak tinggal di bumi kalimantan, ikan menjadi menu masakan yang hampir disajikan setiap hari. Untungnya, anak-anak penyuka ikan jadi tidak susah membujuk mereka makan ikan. Mau digoreng, dibakar, atau digulai, pasti tandas tak bersisa.

Senangnya lagi, harga ikan di sini terjangkau. Jenisnya pun banyak. Dan yang lebih menyenangkan, ukuran ikannya itu lho...gede-gede. Kalau ada yang kecil, biasanya jenis ikan pupuyu yang didapat dari sungai. Biar pun kecil, harganya nggak seperti ukurannya. Malah gedean harganya ketimbang ukuran ikannya. Dagingnya itu lho yang bikin ketagihan. Kalau mau murah, ya ambil pancingan trus cari lokasi deh.

Masyarakat di sini bisa dibilang jago mancing. Sudah tidak heran melihat laki-laki dan perempuan berdiri santai ditepi sungai kecil, tepat dipinggir jalan besar. Kalau hari libur, anggotanya bisa ditambah sama anak-anak mereka. Suatu cara menjalin keakraban yang bisa ditiru. Bagaimana tidak, dari pagi sampai sore menjelang, mereka akan sama-sama menghabisk…

Sasirangan dari Kalimantan Selatan

Image