Memilih ikan

Sejak tinggal di bumi kalimantan, ikan menjadi menu masakan yang hampir disajikan setiap hari. Untungnya, anak-anak penyuka ikan jadi tidak susah membujuk mereka makan ikan. Mau digoreng, dibakar, atau digulai, pasti tandas tak bersisa.

Senangnya lagi, harga ikan di sini terjangkau. Jenisnya pun banyak. Dan yang lebih menyenangkan, ukuran ikannya itu lho...gede-gede. Kalau ada yang kecil, biasanya jenis ikan pupuyu yang didapat dari sungai. Biar pun kecil, harganya nggak seperti ukurannya. Malah gedean harganya ketimbang ukuran ikannya. Dagingnya itu lho yang bikin ketagihan. Kalau mau murah, ya ambil pancingan trus cari lokasi deh.

sajian ikan di warung makan kalimantan selatan
Masyarakat di sini bisa dibilang jago mancing. Sudah tidak heran melihat laki-laki dan perempuan berdiri santai ditepi sungai kecil, tepat dipinggir jalan besar. Kalau hari libur, anggotanya bisa ditambah sama anak-anak mereka. Suatu cara menjalin keakraban yang bisa ditiru. Bagaimana tidak, dari pagi sampai sore menjelang, mereka akan sama-sama menghabiskan waktu bersama di tepi sungai atau danau atau kolam pemancingan. Kayaknya gawai dilupakan deh, kalau nggak ikannya bakal kabur gegara telat ditarik.

Karena bukan tipe pemancing, saya berpuas diri dengan mendapatkan ikan dari pasar. Biasanya ikan yang dibeli itu ikan nila, lele, kakap putih, udang, ikan kembung, ikan pindang (kembung ukuran kecil), patin, ikan gabus, dan ikan toman. Pernah juga beli ikan laut berukuran lumayan besar, sayang lupa namanya. Oke karena bukan membahas nama-nama ikan, maka lanjut ke cara memilih ikan.

Di tempat saya tinggal sekarang, kebanyakan ikan dijual dalam keadaan hidup. Para penjual ikan dengan rela membawa bak-bak ikan yang dibuat dari kayu berukuran persegi. Setelah diisi sedikit air, para ikan pun bisa sedikit bernapas lega, sebelum dipilih oleh pembeli. Ikan-ikan ini berasal dari sungai atau tambak.

Penanganan berbeda diterapkan pada ikan yang diperoleh dari laut. Karena sangat tidak memungkinkan membawa air laut plus pompa oksigen, maka ikan pun disimpan bersama es. Selanjutnya dipajang di atas meja dengan cara disusun berdasarkan jenis dan ukuran ikannya. Nah, ini yang perlu mendapatkan perhatian dari kita, calon pembeli, sebelum membeli ikan.

Saya sih, senang memperhatikan ikan-ikan yang dijajakan. Maksudnya milih-milih dengan cara melihat dari satu lapak ke lapak lainnya. Memang agak makan waktu, tetapi jadi tau ikan yang bagus ada dimana. Kalau sudah dapat target, mulai deh mendekat ke lapak incaran. Lalu pegang-pegang....ikannya. Sentuhan ini perlu lho supaya tau si ikan masih bagus bin segar nggak.

Metode yang saya pakai dimulai dari:



1.      Melihat dan meraba Kulit: kulit ikan yang segar harus selalu mengkilat dan jika ditekan dengan jari akan ‘spring back’ untuk membal kembali seperti kasur pegas alias springbed. Dagingnya harus terasa padat saat ditekan. Dan pastikan tidak ada bocel –bocel. Biar lebih yakin, ikannya dibolak-balik aja ya. Jangan pernah membeli ikan jika kulitnya berubaha warna menjadi kegelapan
2.      Tatap mata: mata ikan harus terlihat jernih dan tidak butek. Juga matanya harus melotot atau menonjol dan tidak masuk kedalam. Jika mata ikan sudah masuk kedalam berarti ikan tersebut sudah kekeringan. Yang paling baik lagi adalah jika ikannya mengedipkan matanya…
3.      Cek sisik ikan: sisiknya masih menempel dengan baik. Jika sisik ikan sudah mrotol, ikan jangan dibeli. Sisik ikan yang baik memiliki penampilan mengkilat dan cerah.
4.      Lihat insangnya: insang ikan harus terlihat bersih dan tidak berlendir. Warna yang sehat adalah pink ke merahan. Insang yang berwarna abu-abu menunjukkan ikan sudah lama.
5.     Cium baunya: ikan yang segar tidak pernah berbau amis. Jika ikan memiliki bau yang amis kemungkinan daging ikan sudah mulai membusuk
 




Jika calon ikan lulus proses pemeriksaan, berarti ikan layak untuk berpindah tempat ke rumah. Diikuti para bumbu yang akan menambah kenikmatan si ikan. Ikannya bisa dimasak dengan berbagai teknik. Tetapi saya berusaha untuk menjaga agar kandungan vitaminnya tetap terjaga.
Hampir semua jenis ikan mengandung kadar lemak dan kolesterol yang rendah dan merupakan sumber protein yang baik sehingga merupakan pilihan yang sangat baik untuk pola makan yang sehat. Semua ikan adalah sumber yang baik untuk vitamin B dan bahkan ikan-ikan yang banyak lemak seperti salmon, trout, mackerel (kembung) adalah sumber yang baik untuk vitamin A dan D. Selain itu beberapa ikan adalah sumber yang baik untuk kalsium

Selain mengandung vitamin A dan D, ikan yang banyak minyak juga merupakan sumber asam lemak omega 3 yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh sehingga perlu dimasukkan ke dalam tubuh dengan cara mengkonsumsinya. Beberapa manfaat dari minyak omega-3 yang terdapat di ikan adalah :

1.      Mengurangi resiko serangan jantung.
2.      Membuat aliran darah lebih lancar sehingga menurunkan tekanan darah.
3.      Dapat membantu perkembangan otak, syaraf dan penglihatan.
4.      Beberapa ahli beranggapan jika omega-3 dapat membantu mencegah sel kanker berkembang menjadi tumor.

Comments

  1. Wah, paling baik itu ikan mengedipkan matanya ya hihihii :D Lucu juga ketika memilih ikan kita kudu tatap matanya :D Anak2ku demen banget makan ikan. Suami sih doyannya teri aja. memang bagus sekali manfaat ikna untuk kesehatan tubuh kita dan harganya tejangkau pula ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha setuju mbak sama kedipan ikan. sudah pernah beluma?

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Mohon tidak membagikan tautan disini. Silahkan meninggalkan komentar yang baik dan sopan.