Asyiknya bikin video

Ketika membaca postingan seorang teman, tentang lomba video pembuatan kain jumputan yang diadakan oleh Museum Tekstil Jakarta, saya langsung bersemangat. Pingin banget ikutan lombanya, padahal sama sekali belum pernah bikin video.
Pernah sih merekam buat disiarin langsung di instagram sama facebook. Tapi kan beda bangeut. Secara siaran langsung mah tinggal pencet tombol dan biarkan kuota bicara hahahaha. Pencet lagi kelar. 24 jam kemudian, video hilang begitu saja.

pengumuman lomba

Kalau bikin video yang ini beda. Sampai perlu berpikir keras, mau ngerekam langsung berarti nyari bahan baku buat bikin kain, sementara waktu mepet, cuma 2 hari bro. Buku buat penambah ilmu ada, lagi dibaca ulang. Eh, keingetan punya foto pembuatan kain sasirangan. Tekniknya 11-12 lah sama jumputan.

Baca juga : Sasirangan dari Kalimantan Selatan

Sayang juga ya fotonya cuma tersimpan cantik di kartu memori. Mending diberdayakan saja. Tapi gimana caranya, ngertinya cuma bikin presentasi di power point dan disinilah saya memulai. Setelah itu baru ngoprek window movie maker (kalau nggak salah inget, pokoknya softwarenya itu deh). Nyoba masukin fotonya dan berhasil. Buat narasinya pake power point yang dirubah jadi jpeg lalu gabungin sama foto. Sempat nyoba masukin suara biar gaya gitu, tapi bingung nggak tau caranya. Wong ketemu cara masukin credit title aja udah gembira sangat xixixixi. Ini emak-emak gaptek nekad banget ya.

Jadilah 2 hari itu sibuk sendiri, lupakan masak dan baju kotor yang menumpuk. (Maaf ya nak, kemarin kita makan telur sama ikan aja). Nyoba masukin latar lagu, repot juga ya, tapi akhirnya berhasil. Horeee!!! Menjelang akhir waktu, buru-buru buka tautan buat ngirim videonya. Untung banget sinyal bersahabat, dalam deraan angin kencang sinyal tetap bertahan. Eh kok video nggak bisa di unggah ya? Senewen. Asli.

pengumuman peserta pembuatan video kain jumputan

Ternyata, itu video yang dibuat segenap jiwa belum di simpan. Maksudnya, tersimpan dalam format video. Rupanya cara nyimpennya agak beda sama nyimpen tulisan hahaha. Aduh ketauan banget newbienya. Akhirnya ketemulah cara menyimpan video dan terkirim dengan lancar. Lega rasanya. Ujicoba dan kenekatan ini terbayar sudah.

Sama sekali nggak kepikiran soal juara atau apalah. Pokoknya menuntaskan rasa penasaran dan emang pingin bisa bikin video. Makanya nggak menyimak kabar apa pun dari instagram. Hingga tanpa sengaja buka instagram museum tekstil da...kerja keras saya terlihat nyata. Masih di jajaran nominasi namun sungguh sangat menggembirakan. Setidaknya kenekatan saya tidak membuahkan hasil. Sekaligus jadi penyemangat buat saya.

Ini dia video yang saya buat kemarin dapat dilihat di sini







Comments

Popular posts from this blog

Kriuk-kriuk dari Bati-bati