Ada cerita rakyat di film Upin Ipin, keris siamang tunggal





Masih seputar lebaran. Kali ini kisahnya tentang kegiatan menjelang berbuka puasa. Biasanya diisi dengan membuat aneka makanan untuk berbuka puasa. 

Tetapi kali ini agak berbeda. Tinggalkan dulu dapur, mari menuju gedung bioskop bersama anak-anak. Yup, kami mau nonton film anak-anak, tepatnya Upin Ipin, Keris Siamang Tunggal.

Setelah 20 menit menunggu, akhirnya pintu studio 6 dibuka. Kami masuk ke dalam bersama pengunjung lain. Beberapa saat kemudian, lampu mulai redup dan beberapa potongan film mulai diputar. Yes, filmnya sudah mau main.

Keris Milik Tok Dalang

Benarkan, tidak berapa lama film buatan Les Copaque dimulai. Di awali oleh Upin dan Ipin yang tengah mencari Tok Dalang. Keduanya tidak mendapati Tok Dalang di halaman rumah. Pintu rumah pun tertutup rapat.

Upin dan Ipin lantas menuju ke bagian gudang. Benar saja, Tok Dalang terlihat sedang membersihkan gudang. Melihat kedatangan si kembar, Atok langsung meminta keduanya membantu merapihkan gudang.

Saat memindahkan barang-barang, Upin melihat beberapa bilah keris. Inilah pembuka cerita menuju kisah keris siamang tunggal. Sampai di sini alur cerita masih berjalan lambat.

Alur film semakin meningkat dengan kemunculan Raja Bersiong yang tengah bertarung dengan Raja Inderaloka. Keduanya tengah memperebutkan sebilah keris bernama keris siamang tunggal. Ruangan kerajaan Inderaloka menjadi porak poranda.

Dengan kekuatannya, Raja Bersiong berhasil mengalahkan Raja Inderaloka, namun keris siamang tunggal tidak berhasil dimiliki. Keris tersebut seperti hilang begitu saja.

Keris inilah yang tersimpan dalam kotak milik Atok Dalang. Kotak yang tidak sengaja dibuka oleh Fizi dan membawa Upin, Ipin, Fizi, Mail, Ehsan, Jarjit, Mei Mei, dan Susanti ke kerajaan Inderaloka.

Dalam cerita, Upin dan Ipin terpisah. Upin akhirnya bertemu dengan seorang anak laki-laki yang menyelamatkan mereka dari serangan tanaman raksasa.

Untuk sementara waktu, Upin dan teman-teman tinggal bersama sang anak yang merupakan anak dari Pak Belalang, ahli nujum Raja Bersiong.

Sementara Ipin bertemu seorang pemuda bernama Mat Jenin yang suka berangan-angan. Oleh Mat Jenin, Ipin diajak menikmati kelezatan makanan di kedai milik Ibu Malin Kundang yang begitu sedih karena telah mengutuk anak semata wayangnya menjadi batu.

Perjalanan keduanya, meski berbeda tempat, tidaklah mudah. Selalu ada peristiwa yang membuat anak kembar ini harus menyelamatkan diri. Setelah melewati berbagai rintangan, Upin dan Ipin akhirnya kembali bertemu di pelabuhan. Saat itu tengah berlangsung pertunjukkan musik dari seorang nahkoda yang pandai menyanyi dan bermain gitar.

Di tengah kegembiraan, tiba-tiba datang utusan Raja Bersiong. Raja yang mampu berubah menjadi kawanan lebah itu yang telah mengetahui kembalinya keris siamang tunggal. Dia harus merebut kembali keris tersebut agar tetap berkuasa. 

Perkelahian sengit terjadi antara Mat Jenin, Nahkoda, dan anak pak Belalang melawan tiga orang utusan raja. Ketiganya sangat sulit dikalahkan karena mampu berubah menjadi lebah. Akhirnya Upin dan Ipin bersama teman-teman berhasil selamat dengan menaiki perahu milik Nahkoda. 

Ketika itu keris belum bisa digunakan karena badan keris belum terbentuk, hanya ada bagian gagang saja. Wujud keris akan sepenuhnya utuh setiap kali seseorang menyadari dan memaafkan kesalahan yang terjadi Seperti ketika Bawang Merah memaafkan Bawang Putih, sepertiga bagian keris mulai berwujud. Pada badan keris terdapat mantra yang menjadi petunjuk kekuatan keris siamang tunggal.

Alur cerita terus berganti-ganti dengan cepat. Emosi penonton seperti naik turun. Selalu ada kejutan yang membuat tercengang.

Petualangan Upin dan Ipin mencapai klimaksnya saat Mat Jenin yang ternyata putra Raja Inderaloka bertempur dengan Raja Bersiong. Ketika itu bilah keris telah sepenuhnya utuh. Dapat diterka bahwa Raja Bersiong akan kalah. Wujudnya menghilang begitu saja.

Rupanya, ini bukanlah akhir cerita. Mat Jenin yang telah diangkat menjadi Raja kembali bertemu dengan Raja Bersiong di depan batu betangkup yang merupakan pintu gerbang menuju dunia Upin dan Ipin. Kali ini, keris siamang tunggal berhasil mengakhiri kisah Raja Bersiong.

Upin, Ipin beserta teman-temannya akhirnya bisa kembali ke kampung Durian Runtuh. Keris Siamang Tunggal pun kembali tersimpan dalam kotak di ujung ruangan.

Cerita Rakyat

Selama menonton film tersebut, saya menyadari bahwa ada beberapa cerita rakyat yang dimasukkan ke dalam film. Cerita rakyat tersebut sudah diadaptasi sedemikian rupa sehingga berbeda dengan cerita yang sudah ada.

Seperti Pak Belalang, dalam cerita rakyat Pak Belalang adalah ahli nujum. Perannya tetap sama, tetapi Pak Belalang kini menjadi ahli nujum kerajaan dan memiliki seorang anak. Karena dianggap menghianati Raja Bersioang, Pak Belalang harus mendekam di penjara.

Lalu ada kisah Bawang Merah dan Bawang Putih. Kisah yang selalu didengar adalah Bawang Merah kerap bersikap kasar pada Bawang Putih. Namun dalam film ini, Bawang Putihlah yang bersikap antagonis terhadap Bawang Merah.

Ada juga cerita rakyat tentang Malin Kundang atau Anak Durhaka. Setelah berubah menjadi patung, sang ibu akan meninggalkan pantai. Kali ini berbeda, sang ibu justru membuat sebuah warung makan yang menyajikan pisang sale kesukaan sang anak.

Makanan ini begitu lezat hingga disukai banyak orang. Warung makan ini berdiri tak jauh dari patung Malin Kundang dengan demikian Ibu bisa setiap saat memandangi patung untuk melepas rindu pada anaknya.

Patung Malin Kundang runtuh setelah sang Ibu memaafkan sang anak. Di tengah kesedihannya, Ibu Malin Kundang harus bertarung bersama para pelaut mempertahankan warung dari serbuan ikan todak, kiriman raja Bersiong.

Menariknya, seluruh cerita rakyat dirangkai sedemikian rupa sehingga mampu menjadi bagian dari film Upin dan Ipin. Karakter para tokoh cerita rakyat pun dapat dikenali dengan mudah meski sudah dipoles sedemikian rupa.

Sebagai penonton, saya senang sekali karena secara tidak langsung diingatkan pada kisah yang kerap didengar dan dibaca di buku. Selain itu, menurut saya, film berhasil mengenalkan kembali cerita rakyat pada anak-anak dengan cara yang menarik. Dengan demikian, cerita rakyat menjadi pengingat bahwa kasih sayang dan sikap memaafkan dapat mendatangkan kebahagiaan, tidak hanya untuk Upin dan Ipin, tetapi untuk semua orang.  

Komentar

  1. anak2 banyak yang suka juag dengan ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. anak saya suka banget mbak tira, padahal bukan anak SD lagi. tetap saja kalau libur yang ditungguin ya film si kembar ini.

      Hapus
  2. anak-anak pasti antusias menonton film ini, kalau dari alur cerita banyak pelajaran hidup yang bisa ditangkap dan anak2 dapat belajar dari film ini, memafkan, pertemanan dan keberanian, seru

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju banget mas. film ini memang berhasil mengangkat cerita pertemanan, perjuangan, dan ketabahan dengan baik.

      Hapus
  3. Kok cerita rakyatnya beda ama yg suka kita denger ya. Apa versi malaysia emang gt. Malin kundang kan klo d padang jd batu. Trus bawang merah dsini dikenal jahat gitu
    Makasih info film nya mb utari

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau menurut saya, cerita rakyatnya memang sudah diadaptasi mbak enny, jadi jalan ceritanya nggak sama persis seperti yang biasa kita dengar dan baca. tapi jadi dapat pandangan berbeda, kayak si bawang merah ternyata baik loh.

      Hapus
  4. aku ipin, aku upin.....
    jadi inget logat mereka pas baca ini. eh, selain anak-anak adaloh temen ku yg uda lulus kuliah suka banget sama film ini. banyak nilai positifnya sih dari upin ipin ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, mbak putri, jangan teman mbak, saya pun masih sering nonton upin dan ipin. ups, ketahuan deh.

      Hapus
  5. ya ampooon, Upin Ipin :DDD
    Gak nonton filmnya sih, cuma kalo film dan serial di tv aku suka serial. kadang film gambarnya jadi aneh huhu


    salam,

    www.rizkyashya.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. aduh mbak, rugi loh kalau nggak nonton. ayo buruan cari di youtube. hehehe.

      Hapus
  6. Upin ipin ini cocok yaa buat menghibur anak2 selain itu ada pelajaran jg yg bs dipetik dan diajarkan ke anak .. Sesuai dengan karakter upin ipin yg menggemaskan hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. salut banget sama tim yang membuat cerita upin ipin. anak-anak sampai kepincut banget ya mbak melisa.

      Hapus

  7. Whahaha nonton upin ipin ini aku ingat temannya yang suka pantun itu siapa ya lupa. Aku udah lama sih gak nonton upin ipin ini, keknya seru ya yang filmnya visualnya lebih dapat. Hahaha

    BalasHapus
  8. Keren ya Upin Upin sudah masuk bioskop. Membuat pilihan tontonan untuk anak2 di bioskop jd tambah oke. Apalagi terselip cerita rakyat yang menarik, anak2 pasti betah menontonnya.

    BalasHapus
  9. Wah, unik jg cerita malin kundang dibikin begitu. Jadi lucu. Apalagi tokohnya upin ipin. Nanti kalo emak2 dongeng n si anak udah nonton versi begini mungkin dia bantah ya alurnya. Haha

    BalasHapus
  10. Ceritanya dirubah jadi kekninian ya biar lebih nyaman juga ditonton oleh anak-anak masa kini. Upin Ipin memang selalu seru sih.

    BalasHapus
  11. Aduh ini spoiler,syukurnya filmnya udah ga tayang lagi di bioskop.kwkwkwk..
    Aku secara personal suka banget tipe cerita rakyat gini.meskipun ketauan mitosnya tp tetep suka

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Mohon tidak membagikan tautan disini. Silahkan meninggalkan komentar yang baik dan sopan.