Risol made in beji

 

20180611_174859.jpg

Dulu.

Entah lima atau enam tahun lalu, saya suka berburu makanan kecil di daerah beji, depok. Minggu pagi, sengaja keluar rumah untuk melemaskan kaki di kawasan Universitas Indonesia.

Jam delapan pagi, kadang lebih sedikit harus sudah selesai. Kemudian langsung kabur ke daerah beji, tepatnya ke arah gedung Betesda. Dekat situ ada kios kecil penjual gorengan plus lontong. Namanya gorengan pasti nggak jauh dari pastel, risoles, tempe goreng sama risol.

Risol ini jagoannya. Ukurannya cukup besar. Isinya sih bihun tanpa tambahan apa pun. Tapi yang bikin endes itu kulitnya. Kriuk bin krispi plus garing. Disiram saus kacang makin top.

Nggak heran banyak yang terpikat dan rela jadi fans setia. Mereka ini, termasuk saya, rela pagi-pagi sudah datang ke kios itu. Kalau kebetulan nggak beruntung alias kehabisan, harus rela nunggu si penjual menggoreng lagi. Biasanya tambahannya nggak banyak. Tapi bisalah mengobati kerinduan.

Kebetulan, beberapa hari lalu, secara tak sengaja saya lewat lagi di daerah itu. Langsung dong inget sama risolnya. Ternyata masih ada. Tempatnya sedikit bergeser dari lokasi semula dan lebih besar. Tidak nempel lagi di dekat toko, namun sudah punya kavling sendiri. Lemari pajangnya juga lebih gede dengan jenis dagangan yang nggak berubah. Bukan main gembiranya saya. Kenang rasa itu seperti kembali lagi. Jadi saya pun bisa menikmati rasa yang membuat saya gembira.

Comments