Roti kawah

Kira-kira sudah 4 tahun saya tinggal di kalimantan selatan. Dan selama itu saya nggak tahu apa nama makanan ini. Sebenarnya ini roti sih hanya bentuknya bundar begitu.

Kalau dilihat lebih jelas, penampakannya serupa dengan roti sobek tapi beda penampilan. Lalu roti ini nggak ada isinya (beberapa kali nyoba nggak pernah ada isinya sih). Paling atasnya ditabur gula pasir.
Roti kawah


Biasanya roti ini berwarna hijau buat ngasih tau kalau ada rasa pandannya. Sama warna kuning atau putih ya. Pokoknya warna roti biasa deh. Roti ini selalu disajikan di acara pengajian apalagi pas maulid. Pasti ada 2 buah roti kawah di dekat ustad. Selesai pengajian langsung diserbu buat dimakan.

Selama beberapa tahun itu saya sungguh tersiksa karena penasaran. Tiap ke pasar dan lihat penjual makanan ya cuma dibilang roti manis. Sempat agak terima, namun sesungguhnya saya penasaran sekali pemirsah. Terutama cara bikinnya. Kalau dilihat sepertinya memang pakai loyang tapi kok agak gimana gitu. Bagian pinggir atas rotinya agak naik gitu.

Hingga suatu hari, pas lagi nyari resep di grup, tiba-tiba muncul penampakan dari roti yang sudah membuat saya penasaran. Ya, ampun ini dia yang saya cari-cari. Ternyata roti ini namanya roti kawah. Jangan tanya kenapa namanya begitu sebab saya perlu lebih banyak waktu buat melakukan penyelidikan (kayak detektif saja hahaha).
Roti kawah

Sekian lama menyimpan resep roti kawah, akhirnya hari yang ditunggu tiba. Saatnya menguji coba resep. Semua bahan disiapkan. Termasuk wadah dan baking pan. Jangan bingung dulu kok bikin roti pakai baking pan, karena memang alat ini yang dipakai buat matengin roti.

Mulailah satu per satu bahan disatukan. Sebelumnya ragi di tea dulu untuk membuktikan dia mampu mengemban tugasnya dengan baik. Setelah dinyatakan lulus, barulah dia disatukan dengan bahan lainnya. Oh ya seluruh proses pembuatan sepenuhnya dilakukan dengan tangan. Sekalian olahraga.

Pencampuran sih aman-aman dan nggak pake lama. Namun memasuki tahap menguleni diperluka  kesabaran dan keteguhan hati. Bayangkan lebih dari 30 menit memijit dan membolak-balik adonan demi mendapatkan tekstur yang diinginkan.

Proses yang lumayan melelahkan ini bisa saja digantikan sama mixer tapi yang khusus buat bikin roti. Agak ngeri kalau pakai mikser biasa, takut jebol karena adonan lumayan berat dan lengket.
Roti kawah

Berhubung lagi musim hujan, jadi nggak ada hawa panas matahari yang diperlukan buat naikin adonan. Ya sudah taruh saja wadah berisi adonan di atas magic com. Tutupin deh sama serbet. Woiala, 30 menit kemudian adonan naik 2 kali lipat. Kempesin lagi bagi jadi beberapa bagian. Biar beda saya sengaja kasih isi keju. Baru setelah itu disusun di dalam baking pan. Diamin lagi deh biar naik lagi. Baru setelah itu bakar selama 30 menit dengan api sedang cenderung kecil.

Taraa...roti kawahnya matang. Abaikan bagian tepinya yang cokelat sangat karena apinya kebesaran. Tapi rasanya itu lho, lembut dan lembut. Nggak sampai 20 menit, rotinya tinggal separuh saja. Bukti kalau roti kawahnya oke.

Berikut resep roti kawah yang saya dapat dari grup langsung enak, saya modifikasi sedikit ya.

Roti kawah

Bahan:
500 gram tepung cakra
100 gram gula halus
90 gram margarin
2 butir telur
Air hangat secukupnya
1 bungkus fermipan
1 pak keju, iris dan parut

Bahan pelapis
1 buah kuning telur, kocok

Cara membuat:
Siapkan wadah beri air hangat dan sedikit gula. Tambahkan ragi. Aduk. Diamkan hingga ragi berbusa.
Dalam wadah terpisah, campur terigu, gula halus, telur, aduk rata. Masukkan ragi aduk rata dengan tangan. Jika dirasa masih kurang air, tambahkan air hangat sedikit. Uleni terus sampai setengah kalis.
Tambahkan margarin. Uleni kembali sampai adonan kalis. Perlu waktu sekitar 30 menit ya. Adonan harus elastis ya. Setelah itu diamkan selama 30 menit dengan ditutupi kain.
Setelah adonan mengembang dua kali lipat, kempiskan. Bagi menjadi beberapa bagian. Ambil adonan pipihkan beri keju, gulung kembali dan susun didalam baking pan. Lakukan sampai adonan habis. Diamkan kembali selama 15 menit.
Oles bagian atas roti dengan kuning telur lalu taburi keju parut. Bakar selama 30 menit. Untuk mendapatkan bagian atas yang berwarna cokelat, buka sedikit lubang dibagian pinggir baking pan. Makin lama lubang yang dibuka semakin lebar. Angkat dan dinginkan. Roti kawah siap disajikan.

Baca juga:
http://www.utarininghadiyati.com/2018/12/perkedel.html?m=1
http://www.utarininghadiyati.com/2018/11/bolu-kukus-keju.html?m=1
 http://www.utarininghadiyati.com/2018/11/lezat-dan-renyahnya-kue-lekker.html?m=1
http://www.utarininghadiyati.com/2018/10/misro-sisi-lain-dari-singkong.html?m=1

Komentar

  1. Yuhuu jadi mupeng
    Enak banget niih

    BalasHapus
  2. Mantul mantab betul
    Saling kunjung yo mba
    https://www.heniajaa.com

    BalasHapus
  3. Wah... Jadi kepengin coba, makasih resepnya mba 😊

    BalasHapus
  4. Menggoda sekali mbaknya. Rongga kuenya kecil-kecil ya mbak.. apa karena pake fermipan. Wah itu kalo topingnya ada sosis dan jamur merang jadi rasa Pizza rumahan. Yummy..

    BalasHapus
    Balasan
    1. rongganya kecil-kecil karena nguleninya lumayan lama mbak. bagus buat melatih tangan. mungkin bisa diubah jadi pizza ya, tapi jadinya mengembang sih.

      Hapus
  5. Sederhana tapi menarik ya mba, kayak bolu gitu.
    Tapi mengembang karena pakai fermipan.
    Kayaknya hampir di tiap daerah ada kue kayak gini, hanya saja namanya beda hehehe
    Di Sulawesi juga ada, bahannya hampir sama :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah di sulawesi ada ya mbak? namanya apa? jadi penasaran deh.

      Hapus
  6. hmmm boleh nih ikutan olahraga lengen, ngulenin adonan sampe kalis elastis wkwkw.

    katakan pada dilan yg berat itu bukan rindu, ya. haha

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Mohon tidak membagikan tautan disini. Silahkan meninggalkan komentar yang baik dan sopan.