Ke Bambangin Barito Kuala lewat Jalan Darat atau Sungai Barito

Sapala, Make Over Kue Tradisional Banjarmasin

Siapa yang menyangka kalau kue tradisional bisa diutak-atik agar menarik. Yup, saya melakukannya karena penasaran dan kebetulan punya bahan yang belum disentuh sama sekali, yaitu kulit lasagna. Maka, setelah melihat beberapa resep dan mengingat-ingat kue tradisional apa yang dapat dimodifikasi, akhirnya pilihan jatuh pada ipau. Karena penampilannya sudah berubah sama sekali, akhirnya saya beri nama Sapala, make over kue tradisional Banjarmasin.

Hmm, kok namanya sapala ya? dapat wangsit dari mana? Oke, saya akan buka rahasianya. Dimulai dari si ipau, bintang utama camilan ini. Untuk warga Banjarmasin, ipau adalah kue atau camilan yang umum didapat saat bulan ramadan tiba. Saat itulah para penjaja beramai-ramai menawarkan kudapan bercitarasa gurih ini.

kue tradisional banjarmasin
Kue tradisional Banjarmasin


Ipau ini dibuat dari lembaran-lembaran kulit serupa dadar. Kulit ini terbuat dari campuran tepung terigu, telur, air, garam, dan margarin. Semua bahan diaduk hingga tercampur rata. Baru kemudian dibuat dadar, seperti akan membuat kulit dadar gulung atau kulit risoles. Namun ukurannya lebih lebar ya.

Andaikan hanya kulit tentu tak menarik. Rasanya pun akan kurang nendang. Oleh karena itu dibuatlah isian yang terdiri dari wortel, kentang, dan daging cincang. Semuanya dimasak dengan diberi bumbu berupa bawang merah, bawang putih, garam, dan lada. Kalau suka dan isinya lebih banyak boleh saja menambahkan makaroni yang sudah direbus setengah matang. Semua bahan dimasak hingga matang. Khusus untuk santan dan telur, mereka hanya diaduk rata saja di tempat terpisah. Nantinya santan akan berfungsi sebagar perekat antar kulit dadar. Oh ya ada satu lagi bahan yang terlupa yaitu telur ayam rebus. Ini sih tidak akan dicampur ke tumisan isi ya, melainkan diiris tipis-tipis saja.

Kalau semua sudah siap, ambil panci pengukus dan letakkan wadah datar tahan panas. Barulah setiap bagian disatukan dengan cara disusun secara bergantian. Jadi taruh dulu selembar kulit dadarnya lalu taburi isi, beri irisan telur rebus, dan beri sedikit santan. Langkah ini dilakukan sampai kulit dadar dan bahan isian habis. Atau, sampai batas tertinggi panci pengukusnya. Barulah proses pengukusan dilakukan hingga kue matang. Wuila, kue tradisional Banjarmasin pun siap disantap.

kue tradisional banjarmasin
Sapala alias samosa, ipau, lasagna


Karena bentuknya yang berlapis-lapis tidak salah jika ada yang mengatakan kalau si ipau ini adalah lasagna banjar. Hehehe, iya juga sih. Lasagna dimasak dengan cara disusun begitu. Miriplah dengan ipau hanya beda bentuk saja. Nah, inilah yang menginspirasi saya untuk make over si ipau. Alasannya karena semua bahan untuk membuat isian tersedia di kulkas. Saya juga punya kulit lasagna yang belum terpakai.

Semula terpikir akan menyajikannya serupa lasagna, tapi tiba-tiba nggak yakin gitu. Akhirnya ganti haluan. Maksudnya penampilannya saya rubah saja. Kalau isinya dimasak dengan cara ditumis. Namun, tidak mungkin santan saya jadikan saus. Bisa berantakan nanti. Kuenya jadi nggak kelihatan cantik. Lagi pula saya kurang sreg. Akhirnya santan saya satukan dengan bahan tumisan. Dimasak jadi satu gitu. Telur yang menemani santan saya pisahkan jauh-jauh. Maaf ya.

Nah, waktunya mengurusi si kulit lasagna. Ngintip om G dulu cari inspirasi dan yang terpikir adalah samosa. Yup, bagus juga toh. Apalagi kulit lasagna ini bisa kok dibentuk seperti samosa, tentunya setelah didiamkan sebentar dalam air dingin. Akhirnya semua bahan pun bertemu. Tumisan isian bersatu dengan kulit lasagna. Wuila, akhirnya jadilah Sapala, make over kue tradisional Banjarmasin. Oh ya nama sapala berasal dari gabungan ketiganya ya, samosa, ipau, dan lasagna.

Resepnya kemudian saya unggah di akun instagram pribadi. Maksud hati untuk menyimpannya agar tak lupa, ternyata ada kejutan manis yang saya dapatkan beberapa hari lalu. Resep saya dipraktekan oleh seorang teman. Wow, ini kejutan indah yang menyenangkan buat saya. Sang teman membubuhi sedikit catatan untuk menambahkan daun kari agar lebih mantap, terima kasih Nick.

kue tradisional banjarmasin
Sapala buatan Nick


Untuk teman-teman yang ingin mencoba membuat sapala, berikut adalah resepnya:

Bahan: 

Lasagna, rendam air dingin hingga lunak dan bisa dibentuk. 

1 butir telur rebus, diiris tipis 

Minyak untuk menggoreng 

Bumbu: 

4 buah bawang merah, diiris tipis 

2 siung bawang putih, diiris tipis 

1/2 sdt garam 

1/2 sdt gula pasir 

1/4 sdt lada bubuk 

1/4 sdt pala bubuk 

Minyak untuk menumis 

Bahan isi: 

50 gram daging kornet 

1 buah wortel ukuran besar dipotong dadu 

1 buah kentang ukuran sedang, dipotong dadu 

200 ml santan cair 

50 gram tepung terigu 

 Cara membuat: 

1. Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum. Masukkan daging kornet, aduk sambil ditekan agar tidak menggumpal.

2. Masukkan wortel dan kentang, aduk rata. Tuang 50 ml santan cair, masak sampai kentang dan wortel setengah matang. Aduk sesekali. 

3. Beri tepung terigu, aduk cepat. Tuang sisa santan, aduk agar tidak menggumpal. Lakukan sampai santan berkurang setengah. Bubuhi gula pasir, lada, pala, dan garam. Aduk rata dan cek rasa. Lanjutkan memasak sampai santan habis dan tidak gosong. Angkat. 

Penyajian: Ambil selembar lasagna, bentuk segitiga seperti samosa. Beri seiris telur lalu bahan isian. Lipat sisi yang terbuka. Sisihkan. Ulangi langkah tersebut sampai lasagna dan isi habis. Kemudian goreng hingga kuning keemasan. Sajikan. 

Baca juga:

Lasagna Banjar

 

 

@PastaBisa #PastaBisa #PastaBisa2018 #PastaBisaLasagna

Komentar

  1. Oh sapala ini samosa? Pasti rasanya gurih banget ya mbak? Trus kalau ke Banjarmasin, apakah ini ada tiap hari dijual begitu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenarnya ini kombinasi mbak chaycya. bentuknya sengaja dibuat seperti samosa karena kulit lasagnanya persegi panjang karena itu saya bentuk segitiga. maksudnya sih supaya beda dengan ipau yang sudah ada di pasar.

      Hapus
    2. ipau umumnya dijual saat ramadhan mbak. kalau sehari-hari agak susah nyarinya. bentuknya ipau aslinya ditumpuk-tumpuk kayakdadar gulung yang ditumpuk. bentuknya saya modifikasi supaya beda saja.

      Hapus
  2. wah lagi ke banjarmasin gak ke sini

    BalasHapus
    Balasan
    1. puasa nanti ke sini lagi mbak tira, supaya bisa nyicipin ipaunya.

      Hapus
  3. isiannya mirip ragout pakai santan ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. kurang lebih seperti itu mbak dita, tetapi ini lebih cair.

      Hapus
  4. kereeen bgt mb utari ini.ipau aku suka bgt mbak..kmrn jd menu arisan ibuku hehehe..
    lasagna apalagi ,sukaa juga

    semua suka intinya hehehe.
    tks sharringnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih mbak enny, kalau lasagna anak-anak juga suka cuma jarang bikin karena butuh perjuangan buat mengolahnya.

      Hapus
  5. Seperti nya enak nih mba Utari. Pengen bikin tapi masih belum punya skill yang mumpuni di bidang perwadaian. Next aku coba deh mba. Makasih sharing nya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. samalah kita ni mbak. belum mumpuni di dunia perkuean, tapi iseng mencobai hehehe. ayo mbak dicoba buat.

      Hapus
  6. Wah lebih simpel Mba lah dg model ini. Asik jua nih buat dicoba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba mbak, bikinnya cepat kok, yang lama nyiapin isinya. kupas-kupas, iris-iris, tumis deh.

      Hapus
  7. Astagaa ku baru ngeh mba kulit lasagna ternyata bsa jd begini yah. Kudu nanti ku coba ni resepnya mba. Asikk tq mba info nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya dapat idenya karena mau ikutan lomba mbak. akhirnya jadi ini deh. ternyata bikin cepat selesai. ayo coba-coba.

      Hapus
  8. Taaaaraaaa kue nya bikin nisa penasaran. Dan sampai sekarang belum pernah nyoba si ipau ini. Karena terlalu banyak sayur dan melihat rada unik alias takut masuk kemulut huhuhu maafkun.
    Next time nisa mau coba ah penasaran sama rasa dari ini kue tradisional

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau tampilannya kayak gini pasti nisa pingin nyobakan? ayo ngaku hehehehe.

      Hapus
  9. Semoga bisa ikut mempraktikkan resepnya mbak Utari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan dicoba mbak, bisa untuk buka puasa nanti.

      Hapus
  10. Waah kayaknya enak nih. Jadi pengen nyoba. Btw itu sebelum digoreng nggak diolesin telur dulu, mbak? Berarti kulit lasagna nya lumayan nempel. Ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak usah dioles telur lagi mbak antung, udah nempel banget kok kayak perangko gitu.

      Hapus
  11. Wooo baru ngeh kenapa di kasi nama sapala. Karena bentuknya kaya samosa ya. Kalo enaknya kaya ipau sih, pasti aku doyan ni karena aku fans nya ipau

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ketahuan juga ya mbak. Namanya dibikin beda biar menarik. Bikin mbak, gampang kok.

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Mohon tidak membagikan tautan disini. Silahkan meninggalkan komentar yang baik dan sopan.