Semangkuk Kentang Goreng di Madeline Coffee Kitchen Rooftop

madeline coffee kitchen rofftop banjarbaru
Madeline Coffee Kitchen Rofftop Banjarbaru


Hari ini cuaca tidak terlalu bersahabat. Berteman mendung, saya menuju sebuah café di Kota Banjarbaru. Madeline, namanya. Semangkuk kentang goreng akan menemani saya menyaksikan anak-anak mempresentasikan karyanya.

Sesungguhnya kehadiran saya hari itu hanya sebagai penggembira. Beberapa orang anak akan mempresentasikan game buatannya. 

Game dan Anak

Sebagai seorang ibu, saya senang mereka bisa berkarya. Mau mencoba dan mengembangkan dirinya. 
Sebagai bentuk dukungan untuk mereka dan ibunya yang notabene adalah teman, saya hadir di sana.
presentasi melatih keberanian anak berbicara
Presentasi melatih keberanian anak berbicara

Sekitar pukul 09.30 Wita, saya sampai di Madeline Coffee Kitchen Rofftop yang teletak di Jalan Ahmad Yani Km 33.5 Kota Banjarbaru. Madeline Coffee Kitchen Rooftop ini menempati lantai atas sebuah ruko.

Tidak ada lift atau eskalator. Hanya ada tangga dibagian depan yang harus dinaiki untuk sampai ke atas. Melihat akses masuknya, saya berpikir cafe ini hanya menyasar kaum muda saja. 
sudut di dekat pintu masuk madeline kitchen
Sudut di dekat pintu masuk

Ketika menyusuri anak tangga, saya sempat berhenti sejenak di lantai dua. Sebuah ruangan dengan jendela besar berada di ujung tangga. Sepertinya dulu dipakai untuk toko pakaian. Beberapa rak terlihat menempel didinding.

Meski tak terpakai, lantainya terlihat bersih. Mungkin ada orang yang rutin merawatnya. Sehingga warna hitam dindingnya tidak membuat suasana berubah suram.

Puas melihat-lihat, saatnya kembali menaiki anak tangga menuju lantai empat. Lumayan juga olahraga pagi.
Semula saya kira hanya dinding bekas toko di bawah saja yang diberi cat hitam, ternyata dinding Madeline 
Coffee Kitchen Rooftop pun berwarna serupa. Mungkinkah pemiliknya sama? entahlah.

Pertanyaan itu tidak ingin saya cari jawabnya. Lebih baik masuk dan memberi semangat pada anak-anak.
Mesin jahit hingga rak besar

Mesin Jahit dan Koper

Begitu sampai di ujung tangga, seorang perempuan menyilakan masuk. Hm, tempatnya nyaman juga. Tidak ada pengunjung lain, kecuali kami. Yup, sejatinya tempat ini baru dibuka pukul 17.00 Wita nanti. Tanpa kehadiran tamu lain, anak-anak menjadi nyaman dan tidak terganggu.
mesin jahit kuno di sudut ruangan
Mesin jahit yang mencuri perhatian

Cahaya yang masuk dari jendela besar di bagian muka membuat interior café terlihat menarik. Sebuah mesin jahit serta beberapa koper tua segera menarik perhatian saya. Berhenti dulu ah, sebelum menyapa teman-teman.

Terbayang dulu memakai koper itu untuk ke sekolah. Tas yang kuat dan tahan banting. Tepat disamping mesih jahit, diletakkan sebuah kursi. Keberadaannya memberi kesan rumahan yang kuat.
barang penghias ruangan madeline cafe
Berbagai barang unik untuk pajangan

Sementara diseberangnya, beberapa mug dan buku digunakan sebagai pajangan. Disebelahnya tertata beberapa wadah dari kayu serta mesin ketik dan koper tua.

Aksen berbeda terlihat pada sudut ruangan. Kotak-kotak yang disusun meninggi layaknya sebuah lemari dinding menemani sofa berwarna kuning yang nyaman.

Tidak ada lukisan di sini, namun interiornya tetap menarik. Apalagi ditingkahi oleh permainan tinggi rendah lampu yang diletakkan di atas masing-masing meja. Benar-benar mampu mencuri perhatian.
lemari dinding di madeline cafe
Lemari dinding menjadi interior ruangan

Ketika menikmati desain ruangan, saya baru sadar kalau Madeline menggusung tema industrial yang kuat.
Terlihat dari pemakaian unsur logam dan kayu pada perabot serta batang penyangga lampu. Seluruh logam yang ada dipulas cat hitam. Hanya kayu yang dibiarkan seperti apa adanya. Warna cokelatnya membuat suasana hangat.

Semangkuk Kentang goreng

Hentikan dulu mengeksplorasi ruangan. Saatnya menyemangati anak-anak yang maju satu per satu menceritakan game buatannya.
kentang goreng di madeline cafe
Kentang goreng





Sempat terjadi aksi saling tunjuk ketika sang mentor meminta salah seorang maju ke depan. Akhirnya diputuskan untuk memulai sesuai absen yang tertera.

Sembari melihat dan memperhatikan permainan mereka, seorang pramusaji memberikan semangkuk kentang goreng lengkap dengan sausnya. Cukuplah untuk menemani pagi.

Rupanya kentang goreng hanya satu dari beberapa makanan yang tersedia di Madeline. Di menu tertera beragam burger, pasta, dan pizza. Atau menginginkan masakan lainnya? Silahkan memilih chicken teriyaki, fish bbq, hingga salmon steak.

menu di madeline coffee banjarbaru
Menu di Madeline Coffee Kitchen Rofftop

Lalu bagaimana jika menginginkan nasi? Tidak usah kuatir, coba lihat dibagian local favorite. Temukan aneka olahan nasi, bakmi, dan soto betawi, salah satunya pasti sesuai selera.

Tidak lengkap menikmati hidangan tanpa minuman. Mau minuman dingin atau hangat semua bisa dicoba. Atau bagaimana dengan segelas smoothies yang menyehatkan?.

Lengkapi keseruan menikmati acara makan dengan churros, sweet bread with ice cream, waffle sundae, atau waffle with chocolate drizzled ice cream.

Sayang, saya belum bisa menikmati beragam menu yang ditawarkan. Mungkin lain waktu kembali ke sini untuk menyantap berbagai hidangannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ke Banjarmasin Naik Transportasi Umum Yang Adem dan Nyaman? Ya, Pakai BRT dong.

Asyiknya Menumpang Travel ke Bandung