Kuda lumping, antara trance dan hiburan

4 Cara Jadi Penulis Buku Hebat


Cara menjadi penulis buku
Mas Beny sedang memaparkan cara menjadi penulis buku yang hebat


Menulis merupakan aktivitas yang melibatkan panca indra dan hati. Begitu kuat kombinasinya sehingga kerap lahir karya-karya besar yang tidak lekang dimakan zaman. Magnet ini menarik banyak orang untuk menjadi penulis. Namun mewujudkannya tentu tidak mudah. Tetapi jangan khawatir sebab impian tersebut dapat terwujud.

Saat ini saya tengah berusaha mewujudkan impian itu, mimpi menjadi seorang penulis buku, tepatnya buku cerita anak. Saya kerap berangan-angan memiliki buku yang terpampang di rak toko buku. Beberapa anak datang silih berganti datang dan membaca lalu membelinya untuk dibaca berulang kali di rumah. Buku itu juga berada di rak-rak buku perpustakaan sehingga semakin banyak pembaca yang menikmatinya.

Mimpi itu dapatkah terwujud?

Tentu, begitu kata Mas Beny Rhamdani seorang penulis buku yang mumpuni. Beruntung saya bisa bertemu dan mengikuti pemaparan yang disampaikan dalam kegiatan Gerakan Literasi Nasional 2021. Mas Beny memang salah satu pemateri yang menjelaskan apa saja cara yang harus dilakukan agar menjadi penulis hebat. 

Sebelum mencapai bagian yang tengah ditunggu-tunggu, Mas Beny berbagi kisah hidup yang mengantarkan pada dunia menulis. Siapa sangka kalau Beny muda harus memutar otak agar bisa membaca buku. Keterbatasan dana membuatnya memanfaatkan pertemanan agar bisa membaca buku. 

Semakin bertambah usia, jenis buku yang dibaca semakin bertambah. Ia juga mulai menulis cerita. Ketiadaan alat untuk menulis tidak membuatnya mundur. Memanfaatkan mesik ketik sekolah, Mas Beny berhasil membuat cerita dan dikirimkan ke media cetak. Proses terus berjalan hingga pria berkacamata tersebut benar-benar terjun di dunia penerbitan sebagai editor dan penulis.

Jadi Penulis Buku Hebat

Pengalaman inilah yang dibagikan sekaligus pendorong saya untuk meraih impian menjadi penulis buku. Ada empat hal yang dilakukan untuk menjadi penulis buku hebat yaitu:

1. Passion

Passion atau kecintaan pada sesuatu mampu mendorong seseorang untuk melakukan berbagai hal, bahkan yang diluar perkiraan agar bisa mewujudkan keinginan. Kondisi ini juga berlaku di dunia penulisan buku. Kecintaan seseorang pada dunia literasi mampu mendorong orang tersebut untuk terus menggali kemampuannya dengan berbagai hal.

Rasa cinta pada literasi juga mendorong seseorang untuk membaca dan membaca karena dengan banyak membaca maka kekayaan kosataka semakin bertambah. Imajinasi pun berkembang. Demikian juga pembuatan alur cerita. Mmebaca juga membantu memudahkan dalam melakukan riset yang dapat memperkaya tulisan yang dibuat.

Memasukkan unsur suara, keindahan, penciuman, atau rasa akan memperkaya tulisan yang dibuat. Pembaca pun seperti diajak ikut serta bertualang ke dunia imajinasi penulis. 

2. Produktivitas

Menjadi penulis seperti halnya profesi lain juga dapat berada di titik jenuh. Kalau sudah demikian seorang penulis bisa tidak dapat menulis atau istilah kerennya writer block. Apa yang harus dilakukan sementara produktivitas menulis perlu dijaga agar semangat tetap terjaga.

Saya juga pernah mengalami hal tersebut. Saya malas menulis, termasuk membuat status di media sosial. Ketika hal itu terjadi, saya menempuh cara yang saya sukai. Melepaskan diri dari telepon gengam dan laptop dan mengakrabkan diri dengan tanaman. 

Apakah hal itu diperbolehkan? tentu saja. Keluar sejenak dari rutinitas bisa meningkatkan kembali semangat menulis. 

Cara lain yang bisa dilakukan aalah berjalan-jalan, mengunjungi toko buku dan berjalan seraya mengamati buku yang terbit. Jangan sedih atau marah jika mendapati karya dari seorang teman terpajang di sana. Jadikan pemicu diri untuk kembali berkarya ya.

Kalau malas pergi kemana-mana, manfaatkan perbincangan yang terjadil di sebuah komunitas menulis.Tentunya hal ini dapat dilakukan jika telah bergabung di kelompok tersebut. Membaca perbincangan yang terjadi dapat mendorong motivasi untuk kembali menulis. Bukan tidak mungkin dari kicauan teman-teman mampu menimbulkan ide untuk menulis.

3. Pengembangan

Jangan pernah membatasi diri dari perkembangan. Meski telah lama berkecimpung dalam dunia kepenulisan, tidak berarti tabu dengan perkembangan. Kalau hal ini dilakukan, kemampuan menulis akan jalan ditempat. Sementara dunia menulis terus berkembang.

Agar tidak berjalan di tempat, jangan ragu untuk mengikuti berbagai kelas yang sesuai dengan keinginan. Carilah kelas-kelas menulis yang sesuai dengan minat diri. Misalnya, kelas menulis buku anak jenisnya sangat beragam. Ada kelas menulis untuk pemula, kelas menulis untuk mengikuti lomba, kelas menulis buku anak bergambar, kelas menulis novel anak, dan masih banyak lagi.

Berbagi pengalaman juga bisa membantu mengembangkan diri sebab penulis dipacu untuk menyebarkan informasi baru atas ilmu yang dimilikinya. 

4. Konsistensi

Konsistensi bisa dikatakan sebagai upaya menempa diri agar bisa tetap menulis. Upayakan untuk menulis setiap hari meski hanya sedikit. Kebiasaan ini lama-lama akan semakin melekat dan menjadi kebutuhan.

Andaikan memerlukan jeda sejenak, lakukan saja, namun tetap usahakan menulis, baik menulis di kertas, di media sosial, atau media lain yang dianggap menyenangkan.

 Baca juga:

4 cara lolos gerakan literasi nasional

Komentar