Dua Malam di Sinar Hotel Pelaihari

BANK PERKREDITAN RAKYAT LAKUKAN PENDAMPINGAN UMKM, KUNCI KEMAJUAN USAHA KECIL dan MENENGAH

Momok menakutkan bagi pelaku usaha kecil menengah adalah kegagalan dalam menjalankan roda usahanya. Ada beberapa sebab yang membuat usaha berhenti berputar, selain kurangnya pengetahuan mengenai produk, kurangnya pemahaman terhadap pasar, dan yang paling kerap dikeluhkan adalah keterbatasan atau ketiadaan modal usaha. 

Pendampingan umkm untuk kemajuan usaha
Pendampingan umkm bisa membantu pelaku usaha dalam menjalankan usaha


Modal inilah yang membuat Arini pusing ketika ingin mengembangkan usahanya. Sebagai pedagang sembako di pasar tradisional, ia harus pandai-pandai bersiasat agar usahanya tetap berjalan. Kenaikan harga sembako membuatnya kesulitan, apalagi kemampuan para pembeli justru menurun, berbanding terbalik dengan grafik harga barang. 

Sebenarnya ada bank keliling yang dengan senang hati memberinya pinjaman. Namun bunga yang dikenakan nilainya membuat Arini pusing kepala. Ia juga takut mengajukan pinjaman ke bank umum karena persyaratan yang harus dipenuhi. Apa yang dialami Arini, dirasakan juga oleh pedagang atau UMKM lain. 

Modal Bukan Kendala

Kendala permodalan ini sebenarnya bisa dipecahkan oleh Bank Perkreditan Rakyat, salah satunya adalah PT. BPR Mitra Parahyangan yang memberikan solusi pinjaman praktis untuk UMKM. Informasi mengenai keberadaan Bank Perkreditan Rakyat dipaparkan secara jelas dalam webinar yang diadakan oleh IIDN dan Bank Perkreditan Rakyat Mitra Parahyangan. 

Kegiatan belajar bersama ini membuka wawasan mengenai keberadaan Bank Perkreditan Rakyat Mitra Parahyangan untuk membantu UMKM. “Kami hadir untuk membantu para UMKM dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya agar bisa berkembang lebih baik,” ungkap Toni Muliadi, Direktur PT. BPR Mitra Parahyangan. 

BPR Industri Keuangan Perbankan Indonesia

Sebelum menjelaskan lebih jauh mengenai PT. BPR Mitra Parahyangan, Toni memaparkan keberadaan Bank Perkreditan Rakyat yang merupakan salah satu produk industri perbankan di Indonesia. 

Bank Perkreditan Rakyat 

 Dalam Industri perbankan di Indonesia dikenal dua jenis bank yaitu bank umum dan bank perkreditan rakyat (BPR). Menurut Undang-undang perbankan Nomor 10 Tahun 1998 (pasal 1), dikatakan bahwa bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. 

Bank Perkreditan Rakyat adalah Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah, yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Dari pengertian bank perkreditan rakyat dapat diketahui bahwa lingkup pelayanan yang diberikan oleh bank perkreditan rakyat tidak sebesar bank umum. 

Layanan BPR

Layanan yang diberikan lebih kepada masyarakat yang berada di sekitar tempat BPR berdiri. Dengan demikian tugas Bank Perkreditan Rakyat adalah menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya kembali ke masyarakat. Bentuknya dapat berupa kredit atau dalam bentuk lainnya dengan tujuan mendorong kegiatan usaha masyarakat. Namun demikian ada yang istimewa dari pelayanan yang diberikan karena kredit yang ada disalurkan kepada usaha kecil atau para UMKM. 

Tidak salah kalau menyebut BPR merupakan bank yang melayani pengusaha mikro, kecil, dan menengah yang lokasinya tak jauh dari jangkauan BPR. Produk dari Bank Perkreditan Rakyat Berbeda dengan bank umum yang memiliki layanan berupa simpanan giro, kegiatan valas, dan perasuransian, produk dari Bank Perkreditan Rakyat terbatas pada tabungan, pemberitan kredit, deposito, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI). 

BPR Mitra Parahyangan

BPR Mitra Parahyangan Bank Mitra Parahyangan yang berada di Kota Bandung terus berinovasi untuk meningkatkan layanannya. Sejak berdiri tahun 1991, BPR Mitra Parahyangan tidak pernah berhenti melayani masyarakat, khususnya para UMKM yang menjadi kekuatan ekonomi bangsa. 

Logo pt. Bpr mitra parahyangan
Logo PT. BPR Mitra Parahyangan


Bantu UMKM 

Menyadari kekuatan dari UMKM dan sejalan dengan tujuan Bank Perkreditan Rakyat Mitra Parahyangan yaitu mensejahterakan para stakeholder, khususnya UMKM maka dibuatlah program Rancage. Produk dari Bank Perkreditan Rakyat Mitra Parahyangan ini menjadi solusi pinjaman praktis UMKM dan cara cepat dapat pinjaman usaha. Rancage dari BPR Mitra Parahyangan bantu UMKM membangun usaha.

Keistimewaan produk dari Bank Perkreditan Rakyat Mitra Parahyangan ini adalah pemberian pendampingan usaha bagi UMKM. “Untuk pemberian kredit memang diutamakan bagi UMKM yang berada di Bandung agar kami lebih mudah melakukan monitoring dan pendampingan usaha UMKM,” tukas Toni. 

Alasan pendampingan usaha UMKM tersebut didasari pada keinginan BPR Mitra Parahyangan bantu UMKM agar bisa mengelola pinjamannya dengan baik. Dalam arti tidak menggunakan pinjaman untuk hal konsumtif atau lainnya yang tidak berkaitan dengan usaha. 

Pendampingan UMKM 

Bentuk pendampingan usaha UMKM yang diberikan berupa monitoring dan pelatihan manajemen sederhana. Tujuannya agar UMKM binaan tersebut disiplin dalam hal keuangan. Bisa memisahkan keuangan usaha dan pribadi. 

Bpr mitra parahyangan bantu umkm
BPR Mitra Parahyangan bantu UMKM



Program pendampingan yang dilakukan oleh BPR Mitra Parahyangan tentu patut diacungi jempol sebab menyentuh bagian paling krusial dari sebuah usaha. Meski kelihatannya sepele, namun tidak adanya batas keuangan usaha dan pribadi dapat menyebabkan sebuah usaha gulung tikar. 

Dengan adanya kerjasama yang harmonis antara BPR Mitra Parahyangan dan UMKM yang menjadi binaannya, bukan tidak mungkin akan semakin banyak UMKM yang berkembang di masa depan.

Komentar