Dua Malam di Sinar Hotel Pelaihari

Dengarkan, Cara Paling Mudah Menuju Kesehatan Jiwa

 


Cuaca cukup panas ketika seorang teman bercerita tentang putrinya. Tanpa ada angin dan hujan, memasuki semester dua sang anak mengatakan kehilangan semangat belajar.

Orangtua mana yang tak kalang kabut mendengar hal itu. Padahal jurusan yang ditempuh merupakan keinginan sang anak. Tak ada unsur desakan atau paksaan dari orangtua.

Dengan suara bergetar, sang Ibu menceritakan keresahan hati akan kondisi putrinya. Apa yang bisa dilakukan untuk mencari tahu masalah dan membantu menemukan jalan keluar.

Seketika itu juga kami menepi dan menghentikan kegiatan menonton arak-arakan. Mencari tempat untuk berdiskusi, sebagai orangtua yang tinggal berjauhan dengan anak, saya mengerti seperti apa perasaan teman.

Saat ini bukan saatnya untuk mengabaikan pesan yang dikirimkan sang anak. Sebagai orangtua, meski tinggal berjauhan, membantu dan mendampingi buah hati tetap jadi tugas utama.

Lantas apa yang dapat dilakukan, apalagi emak-emak tanpa keahlian dibidang psikologi tentu persoalan ini membuat pusing tujuh keliling. Mau rasanya memeluk buah hati saat ini juga.

Sadar bahwa keinginan itu tidak bisa serta merta dilakukan, bukan berarti membiarkannya begitu saja jadi pilihan. Masih ada yang dapat dilakukan.

1.       Pendengar yang baik

Langkah awal dan sederhana yang dapat ditempuh adalah menjadi pendengar yang baik. Terdengar mudah namun percaya deh butuh kekuatan untuk menahan diri agar tidak berkomentar. Apalagi sebagai orangtua yang merasa telah melewati beberapa fase kehidupan pasti ingin melontar sejumlah kata-kata pada ananda. Bersabarlah, saat ini ananda memerlukan tempat untuk meluapkan perasaannya. Tak perlu dikomentari atau petuah, cukup menjadi pendengar akan membantu anak untuk mengeluarkan uneg-uneg atau ganjalan dalam hatinya.

2.      Biarkan mereka meluapkan perasaan

Ketika menjadi pendengar siapkan juga menjadi wadah emosi sang anak. Kalau bisa wadah berukuran besar ya. Beri kesempatan mereka meluapkan perasaannya, menangis, meraung, atau emosi lain. Biarkan buah hati memenuhi wadah yang sudah kita siapkan. Dengan mengeluarkan emosi dapat membantu mengurangi tekanan yang dirasakannya. Saat mendengarkan, persiapkan diri agar tidak larut dalam emosi agar tidak terhanyut.

3.      Dampingi dari jauh

Manfaatkan kemajuan teknologi untuk mendampingi anak. Jangan sungkan menyapa baik melalui pesan singkat atau video. Komunikasi yang terbangun dapat menghadirkan rasa nyaman dan perasaan di dukung oleh keluarga.

Biar bagaimana pun, support system merupakan jaring pengaman bagi kesehatan jiwa.

4.     Bantuan pihak lain

Jika problem yang dirasakan anak cukup berat dan sebagai emak merasa tidak mampu membantu karena tidak mengetahui caranya, jangan ragu meminta bantuan dari psikolog. Saat ini kesehatan mental bukan lagi sesuatu yang tabu untuk dibicarakan.

Sadar kesehatan jiwa

Apa yang kami, emak-emak, lakukan memang dipandu naluri dan mencari informasi melalui internet. Plus pengalaman hidup juga.

Saat ini kesadaran akan kesehatan jiwa semakin meningkat. Layanan kesehatan jiwa dapat di akses dengan mudah, seperti:

1.       Layanan psikologi di puskesmas.

2.      Klinik psikologi di rumah sakit

3.      Klinik psikologi di universitas/kampus

4.     Lembaga/klinik psikologi

5.      Layanan psikolog online

Kalau mengingat masa lalu saat menghadapi kesulitan hingga merasa dunia runtuh, rasanya suatu anugrah bisa melalui masa-masa sulit dengan baik.

Andaikan dahulu kesadaran tentang jiwa yang sehat sudah diketahui, tentu lebih mudah mencari pertolongan bagi jiwa. Tentu akan banyak jiwa-jiwa mendapat pertolongan dan melalui kehidupan dengan lebih baik.

 

Komentar