Melihat Acara Mandi Sungai Riam di Cemapaka

Miyako, Bahasa Cinta Nikita Willy dan Ibu Untuk yang Terkasih.




Sepuluh tahun lalu Ibu berpulang. Rasa rindu masih kerap merayapi hati.

Mengingatnya membuat senyum terkembang.

Menjadi penyemangat kala menjalani hari.


Hubungan saya dan Ibu sangat dekat. Sejak kecil hingga dewasa saya biasa mengikuti Ibu ke mana saja. Tidak hanya saat bepergian mengunjungi keluarga atau mendatangi kondangan, namun ke pasar pun ikut serta. Bisa dikatakan seperti bayangan. Bayangan ini tidak tampak saat Ibu bekerja karena harus sekolah.


Dengan mengikuti Ibu, secara tidak langsung saya belajar banyak hal seperti bagaimana berinteraksi dengan orang yang lebih tua, bersikap sopan santun, dan hal baik lainnya. Ibu juga mengajarkan berbagai keterampilan hidup yang sangat berguna. Begitulah cinta Ibu pada anaknya, membekali buah hatinya dengan kemampuan bertahan hidup dasar yang penting untuk masa depan.


Pizza kesukaan anak-anak
Pizza kesukaan anak-anak (dok. Pribadi).



Dari Ibu saya mempelajari bagaimana cara menjahit sederhana, sehingga bisa memasang kancing dan menjahit pakaian yang robek. Mengocok telur dan gula pasir agar bisa menjadi kue yang enak. Membersihkan rumah serta memasak.


Seruas Jari.


Ibu menurunkan ilmu memasaknya secara bertahap. Di awali dengan memasak air lalu memasak nasi. Sampai saat ini saya masih menggunakan ilmu menakar air untuk memasak agar nasi tidak menjadi bubur.


Seruas jari, begitu Ibu mengingatkan. Takaran itu masih sangat terpakai hingga saat ini meskipun alat masaknya sudah berbeda. 


Dahulu untuk memasak nasi saya menggunakan sebuah panci untuk menanak beras. Beras yang sudah dicuci bersih akan dituang ke dalam panci lalu diberi air hingga tingginya mencapai satu ruas jari telunjuk. Baru setelah dimasak hingga air berkurang.


Seruas jari saat masak nasi
Takaran air saat memasak nasi (dok. Pribadi)


Nasi masih belum bisa dimakan sebab masih berupa aron. Mematangkannya memerlukan panci pengukus. Setidaknya perlu waktu lebih dari 30 menit mengukus agar nasi matang. Prosesnya memang memakan waktu sebab menggunakan kompor minyak tanah. Berbekal ilmu tersebut saya kerap kebagian tugas memasak nasi ketika Ibu tak sempat menyiapkan nasi karena harus segera berangkat kerja.


Padi siap panen
Menjelang panen padi (dok. Pribadi).



Belakangan setelah dewasa, saya baru menyadari bahwa ada banyak cinta dalam memasak nasi. Bagaimana alam merawat benih padi yang ditanam petani dengan segenap kasih sayang, kemudian Ibu mengolah butiran-butiran putih dengan kesungguhan hati hingga aura kebahagiaan melingkupi hati keluarga. Bagaimana tidak, untuk mendapat nasi yang baik seorang Ibu rela menunggu dan memastikan nasi matang sempurna. Jangan ada bau sangit atau warna kecokelatan karena nasi hangus. 


Pakai Rice Cooker.


Perkembangan zaman membuat peralatan masak berubah. Untuk memasak nasi tidak perlu lagi menggunakan kompor lalu duduk menunggu nasi matang, cukup menggunakan rice cooker. Andai Ibu masih ada saya ingin sekali memberikan Rice Cooker Miyako. Ibu tak perlu bersusah payah bangun pagi hari untuk memasak dan bisa menikmati waktu sejenak sebelum bekerja.


Rice cooker miyako
Rice cooker Miyako sahabat Ibu (dok. Miyako).



Saya berangan-angan Ibu dapat memulai hari seperti Nikita Willy. Artis sekaligus Ibu muda ini benar-benar terbantu ketika menyiapkan sarapan untuk keluarga. Untuk memasak nasi Nikita Willy pakai miyako. Tinggal masukkan beras lalu sambungkan ke listrik dan tekan tombol maka nasi matang dengan sempurna. Sesederhana itu. Semudah itu. 


Saya memang bukan Nikita Willy tetapi saya menurunkan bahasa cinta itu pada anak-anak. Bagaimana menyiapkan beras dengan mencucinya hingga bersih lalu memasaknya dengan Rice Cooker seperti Nikita Willy pakai miyako. Tentu tetap meneruskan ilmu dari Ibu, airnya cukup seruas jari. Kombinasi masa lalu dan masa kini yang indah.


Tak ada “intip”.


Rice Cooker Miyako memang mengerti kesibukan para Ibu, terutama di pagi hari. Kehadirannya benar-benar membantu menyiapkan nasi yang sudah menjadi DNA dalam hidup. Tak makan nasi sama saja belum makan walau habis menyantap singkong goreng, roti, atau semangkuk mi. 


Saat menjelang tidur cukup meluangkan waktu sejenak untuk memasukan beras dan menekan tombol. Nanti saat bangun, nasi hangat sudah tersedia. Dengan Miyako Nanoal tidak perlu khawatir ada “intip” atau kerak nasi yang menempel di bagian dalam alat penanak nasi. 


Musnahnya “intip” karena Miyako, khususnya tipe Miyako MCM-586 BH, seri yang digunakan Nikita Willy, telah menggunakan teknologi nanoal berlian hitam. Lapisan ini membuatnya anti lengket serta 10 X lebih tahan lama. 


Nanoal di rice cooker miyako
Lapisan Nanoal di Rice Cooker Miyako (dok. Miyako).



Lapisannya tidak hanya satu tetapi double sehingga membuatnya lebih tebal serta non perfluorooctanoic (PFOA) dengan demikian aman untuk kesehatan. 


Nasi lebih Yummy


Proses pengukusan bahan makanan tentu memerlukan penutup alat agar uap air tidak menguap. Tetesannya bisa mengakibatkan bahan makanan menjadi basah. Akibatnya bahan makanan cepat rusak dan basi. Miyako menyadarinya dan memberikan sebuah inovasi berupa tonjolan di bagian atas penutup Rice Cooker. Tonjolan ini seperti saluran atau jalan bagi uap menuju keluar sehingga rasa nasi lebih enak dan yummy.


Tonjolan ajaib di rice cooker miyako
Tonjolan di Rice Cooker (dok. Pribadi).



Asyiknya lagi untuk membuka dan menutup Rice Cooker dapat dilakukan dengan mudah. Cukup menyentuh fitur soft touch dengan lembut dan woila, Rice Cooker terbuka dengan sendirinya. 


Kepulan asap tipis yang menyeruak dari bawah penutup saat Rice Cooker terbuka menandakan nasi dalam keadaan hangat. Fitur thermostat benar-benar menjaga nasi tetap hangat tanpa kerak di bagian tepi. Nasi juga tidak mudah basi meski berada seharian di dalam Rice Cooker.


Miyako Menyejukkan Hati.


Miyako yang di produksi oleh PT Kencana Gemilang tentu sudah menjadi bagian dari kehidupan saya dan orang lain. Perusahaan elektronik asal Indonesia ini memahami kebutuhan masyarakat dengan memproduksi berbagai peralatan rumah tangga.


Saya baru menyadari kalau Miyako sudah menemani saya sejak lama melalui kipas angin yang bisa dipindah dengan mudah. Kipas angin ini sudah 5 tahun membersamai saya dan keluarga. Membantu memberi kesejukan saat cuaca panas datang. Meredakan serangan nyamuk ketika pancaroba menjelang. Miyako benar-benar TemanWajibAnda.











Komentar