Emak-emak belajar coding ya Coding Mum

Desain website coding ibu
Belajar membuat desain website di kelas coding ibu



Sepuluh hari kemarin, saya sama sekali nggak pernah mengisi blog. Selama masa itu saya lagi asyik belajar bareng emak-emak lain. Materi yang dibahas mantap loh. Lain dari yang lain deh. Saya dan emak-emak lagi belajar coding ya Coding Mum.

Seru banget belajarnya karena semua peserta, termasuk saya sama sekali tidak pernah bersentuhan dengan coding. Saya bisanya ngeblog. Tinggal pilih template yang dimaui di Blogspot atau wordpress lalu isi.

Foto untuk situs web
Siapkan foto untuk situs web


Pernah sih sedikit ngulik template blogspot HTML setelah baca di unggahan bloger lain tentang link hidup. Itu pun sama sekali tidak mengubah tampilan templatenya.

Ternyata, oh ternyata buat buata template yang cakep itu nggak gampang. Banyak banget kodenya. Kode salah bisa menyesatkan alias bentuknya nggak karuan. Terima kasih buat para pengembang web yang sudah membuat template keceh (angkat topi).

Coding Mum

Sebelum bercerita lebih jauh, boleh dong saya jelaskan sedikit tentang program bernama Coding Mum ini. ehem..ehem. Coding Mum merupakan program yang digagas oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia . Tujuan program yang dimulai tahun 2016 ini memberikan pelatihan bahasa pemrograman komputer untuk para ibu rumah tangga.

Pengodean ibu bekraf
Pelatihan coding mum oleh bekraf 

Pelatihan ini sudah digelar di beberapa kota, seperti Jakarta, Bekasi, Medan, Banda Aceh, Belitung, Manado, Jayapura, dan Tanjung Pinang. Nah, wilayah Kalimantan Selatan, pelatihan dilakukan di Kota Banjarbaru.

Lalu kenapa emak-emak ya? saya tahu pasti ada yang akan bertanya begitu. Jawabannya, agar para emak yang memiliki waktu luang bisa lebih produktif. Sayangkan jika waktu luang tidak dimanfaatkan. Kalau punya keterampilan tentu akan mengasah jiwa kewirausahaan.



Peserta serius belajar coding ibu
Serius menyimak 


Lalu gimana ceritanya saya bisa ikutan coding ibu? saya bersyukur bergabung di komunitas blogger perempuan Banjarmasin. Dari merekalah saya mendapatkan informasinya dan mendaftar melalui tautan yang diberikan.

Oh ya, dalam pertemuan yang diadakan jika peserta harus hadir selama masa pendidikan. Tidak boleh absen ya. Hari ini jauh, panitia sudah meminta calon peserta soal komitmen terkait waktu kegiatan.
Singkat cerita, setelah melewati proses pendaftaran akhirnya saya dan 19 ibu lainnya resmi mengikuti kelas Coding Mum dari 5 hingga 15 maret 2019. Tempat belajarnya di PLUT KUMKM Banjarbaru. Kelasnya dimulai dari jam 08.00-13.00 Wita.

Usai acara pembukaan, pelajaran langsung diberikan. Pokoknya jangan terima kendur hehehe.

Kenalan sama HTML, CSS, dan Bootstrap

Namanya belum pernah kenalan sama bahasa pemrograman sudah pasti bingung. Mendengar namanya saja sudah bikin kening berkerut. Beruntung mentor berhasil menepis keraguan dan meyakinkan kalau bahasa pemrograman tidak menakutkan.

Situs web html
Ini dia bahasa html untuk membuat website

Materi utama yang disajikan untuk kami, para emak, adalah membuat situs web sederhana. Caranya dengan menggunakan HTML, CSS, dan Bootstrap.

Pembelajaran pun dilakukan alias latihan sambil belajar sambil berbuat . Peserta pembayaran langsung membahas contoh yang diberikan mentor. 

Sebelumnya para asisten sedang berusaha untuk menyalinkan teks Sublime . Aplikasi ini diperlukan untuk membuat situs web. Bentuknya mirip notepad tapi berbeda. Nah, di bawah ini saya minta kode-kode HTML untuk membuat situs web. 

Ada cara sederhana yang bisa diubah sebelum membuat situs web, yaitu komposisi tubuh manusia. Ada bagian kepala dan badan, begitu juga dengan situs web yang memiliki kepala dan badan. 

Lalu ibarat kehidupan, ada awal dan akhir. Jadi setiap kode yang dibuat harus ditutup kembali. Menghapus kode khusus yang memang tidak perlu penutup.

HTML ini merupakan pondasi dasar pembuatan situs web. Seperti membangun rumah, HTML adalah membangun rumah. Nanti jika kerangkanya sudah jadi baru dipercantik dengan CSS.

Buat pun yang mau menjawab sesuai yang diberikan, selalu ada yang mau buat kelas terasa hidup. Bisa dibayangkan dong 20 orang emak-emak ngumpul di satu tempat.

Melihat contoh html
Melihat dan meniru


Pasti ramai dan seru. Untung mentor dan asistennya menunggu banget. Terima kasih atas satu emak ke emak yang lain buat membantu.

Oh ya para asisten ini hanya setuju dengan emak ya, tetapi juga lolos. Beberapa peserta memang membawa anak, termasuk saya yang pasti meminta waktu tiba buat menjemput anak. Berkat dedikasi mereka, kelas bisa berjalan dengan lancar.

Presentasi yang bikin dag-dig-dug

Berhasil memahami bahasa pemrograman, pada hari ke 6 sang mentor memberikan kejutan. Mulai hari ini setiap peserta akan mulai membuat situs web sendiri. Situs web yang diambil yang akan dipresentasikan dihadapan tim penilai dari Bekraf, Kolla, dan Rumah Koding.

Wah, kaget banget. Sama sekali jika harus maju ke depan dan bicara dihadapan banyak orang. Tahu gini, saya belajar berbicara di depan umum dulu hahahaha. Biar lancar saat menjelaskan gitu.

Bekraf, kolla, dan rumah koding indonesia
Perwakilan Bekraf, Kolla, dan Rumah Koding Indonesia 

Seketika kelas menjadi riuh. Tapi akhirnya mereda setelah semua sibuk mengutak-atik HTML, CSS, dan Bootstrap. Berbekal ilmu yang sudah diberikan, pasti bisa bikin situs web. Semangat.

Wajah-wajah para peserta langsung serius. Rautnya tidak berubah walau pun sekotak kue datang. sambil ngemil, ngoding jalan terus. Mentor dan asisten mentor pun keliling untuk membantu para peserta.

Merasa tidak punya barang untuk dibeli, saya berpikir untuk membuat situs web yang berisi informasi pariwisata, kuliner, budaya, dan etalase. Sebenarnya ada alasan kuat Menurut saya nekat membuat situs web ini, tidak lain karena saya pernah kesulitan mendapat informasi tentang Kalimantan Selatan, khusus budaya. Informasi yang saya butuhkan untuk membuat buku anak.

Situs web saya
Tampilan website buatan saya


Waktu itu saya berkhayal Andaikan ada situs yang memberikan informasi tersebut, pasti akan sangat membantu banyak orang. Impian inilah yang coba saya wujudkan.

Akhirnya, setelah diwarnai drama karena gambar yang muncul saat di unggah karena terlalu besar, akhirnya web desain pertama saya menggunakan HTML, CSS, dan Bootstrap selesai juga. Buat seperti ini, maaf jika warnanya kontras sekali karena saya masih terkendala dengan kode warna.

Bagaimana dengan emak-emak lain? Mereka juga berhasil membuat katalog situs web untuk usaha mereka. Ada yang berisi tentang makanan, produk fashion, hingga diakses.

Senangnya berhasil membuat situs web dari awal, tanpa bantuan template atau pun kata. Meski demikian, masih sederhana, tapi keren dong.

Setelah itu apa? Ya, presentasi di depan para peserta dan perwakilan dari Bekraf, Kolla, dan Rumah Koding Indonesia. Deg-degan semua, sampai tidak ada yang mau maju duluan. Bingung harus membicarakan apa dan bagaimana cara menjelaskan situs web dihadapan para juri.

Meski deg-degan, semua toh selesai. Semua dinyatakan berhasil.Yeay berhasil mendapat sertifikat.

Akhir yang manis. Berhasil meraih sertifikat ibu coding


Selanjutnya apa? Meski sudah tidak ada tatap muka, para emak masih bisa melanjutkan pelajarannya melalui komunitas coding ibu. Jika pun ingin kesulitan, saya dan para emak bisa bertanya langsung ke asisten mentor di rumah koding Indonesia. Jadi, jangan terima kasih kendur mak! 

Di mana ibu keren bertemu kode.


Komentar

  1. Kereeen mba belajar cooding.. Syvtuh gak tau sm sekali maklym mak" murni... Sk puyeng liat huruf dn angka bgt kecil dan kynya ga sangguuuup dah. Belajar swndiri jg gak ngerti walau udh baca bulak balik ... cape sayanya 😁😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. kebetulan ada kesempatan dan bisa ikut belajar coding mbak. saya juga awam banget. baru pertama kali lihat kode-kode yang bikin pusing kepala. bersyukur ada blogspot sama wordpress buat ngeblog jadi nggak pusing mikirin tampilannya. tinggal tulis lalu unggah.

      Hapus
  2. wahhh seru banget acaranya, saya senang sekali ada acara seperti ini diadakan bisa mengedukasi emak2 untuk coding, dan intense selama 10 hari.... meskipun kilat ternyata para peserta mampu membuat website dan mempresentasikannya, ini luar biasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pak Sabda alam, acaranya seru banget. benar-benar pelajaran baru buat saya. bersyukur bisa juga bikin website ala emak-emak.

      Hapus
  3. Harus offline ya, Mbak? Kemarin sempet liat di IG, pengen daftar belum berani. Belum bisa ikut acara offline soalnya.

    BalasHapus
  4. Aaaah, serunya mbak belajar coding.
    Aku mauu juga, biar blog aku cantik dan gak pusing lagi lihat-lihat kode HTML huhu

    ajakin ya kalo ada acara seperti ini lagi hehe
    selamat, webnya sudah jadi dan berhasil dapet sertifikat :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. coding justru isinya kode-kode html heheheehe. nanti kalau ada info lagi ya. terima kasih.

      Hapus
  5. Ini padahal acara keren banget. Cuma sayangnya Waktuny itu ya yang gak umum. 10 hari loh. Padahal sesuai aja ilmunya banyak ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepuluh hari yang bikin pusing mbak. tapi seru dan senang.

      Hapus
  6. Uh, kereeeeeen!
    Aku pun pengen ikut ini kemarin Mbak. Sayang banget lokasinya jauh dan paksu lagi nggak di tempat. Semoga Coding Mum bisa semakin menjangkau emak yang berada di daerah seperti saya nanti :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kabarnya sih acaranya memang muter di kota-kota lain. tapi nggak tahu kota mana lagi yang didatangi. amin. mudah-mudahan semua kota bisa mendapat pelajaran keren ini.

      Hapus
  7. Wah ini acara yang di Banjarbaru kemaren yah asik banget yaa😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mbak enychan, acaranya di banjarbaru, tepatnya di plut jl trikora deket gubernuran. asyik dan seru banget.

      Hapus
  8. wah kerennya mbak bisa bikin website sendiri dari nol. full banget ya berarti 10 hari itu belajar coding

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah mbak. iya acaranya full. 10 hari penuh.

      Hapus
  9. Keren banget... saya juga ingin belajar HTML dan CSS. Pengin juga bisa bikin web dari nol.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Dyah bisa cari informasi mengenai cooding mom di internet. kelasnya berganti di setiap kota. siapa tau, besok ada di kota tempat tinggal mbak Dyah.

      Hapus
  10. Keren nih kegiatan yg produktif buat emak2 di era millenial 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah mbak Mellisa, emak-emaknya nggak mau kalah sama anak-anaknya.

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Mohon tidak membagikan tautan disini. Silahkan meninggalkan komentar yang baik dan sopan.