Ketika Para Emak Ngerumpi di Nut, Kopi dan Laundry

Beberapa hari lalu saya mengikuti pelatihan membuat desain website. Senangnya bukan main karena selain dapat ilmu juga ketemu teman-teman baru. Kisahnya bisa dibaca di sini emak-emak belajar coding ya coding mum

Bersama-sama kami kebingungan menghadapi gempuran kode-kode. Tidak ada seorang pun di antara kami yang pernah bersentuhan dengan kode-kode. Tapi kami semua sama-sama punya keinginan untuk belajar. 

Nut kopi dan laundry
Nut kopi dan laundry
 Biar sudah emak-emak, belajar jangan kasih kendor. Bersama-sama pula kami menyelesaikannya. Prestasi ini seperti menyulut bara semangat yang terpendam.

Pertemuan berikut pun dirancang. Tempatnya di Nut, kopi dan laundry yang terletak di dekat Bandara Syamsudin Noor. Katanya, pemandangan saat malamnya keren banget.

Hm, perlu dibuktikan dong supaya tidak disangka hoak. Yup, akhir pekan itu saya dan beberapa teman sepakat berkumpul di sana.

Google Maps itu wajib

Tepat jam 15.30, saya meluncur ke lokasi. Sebelum berangkat saya sudah mengecek alamat Nut, kopi dan laundry. Letaknya di perumahan Bandara Town House. Rasanya saya pernah melewati komplek perumahannya.

Berbekal rasa percaya diri, saya langsung memacu motor ke arah Bandara Syamsudin Noor. Langit masih cerah. Awan hitam terlihat di kejauhan, sepertinya kawasan Gambut akan turun hujan.

Rupanya keyakinan saya akan menemukan lokasi dengan mudah harus pupus. Letak tempat yang mau dituju ada disisi lain Bandara. Jalan pintas yang dulu ada sudah ditutup. Jadi saya harus mencari jalan lain.

Bingung juga karena tiba-tiba langit di atas saya berubah warna. Akhirnya minta share location pada teman yang sudah tiba di sana.

Yup, google map wajib dipakai kalau mau menuju ke Nut, kopi dan laundry. Tidak lama kemudian saya sudah sampai di tempat dengan aman. Meskipun sempat melipir untuk berteduh karena hujan.

Nut, Kopi dan Laundry

Ketika sampai di Nut, kopi dan laundry saya seperti disambut dengan hangat. Keteduhan langsung terasa lewat pemilihan warna cat tembok dan deretan pepohonan yang tumbuh di sana.

Sebuah mesin cuci dan keranjang lengkap dengan timbangan seperti menegaskan layanan laundry di tempat ini. Ornamen pada dinding pun tidak luput dari barang-barang yang berkaitan dengan dunia cuci mencuci.

mesin cuci interior ruangan di nut kopi dan laundry
Siapa sangka mesin cuci pun bisa jadi bagian interior ruangan

Dengan cerdik sang pemilik memanfaatkan gantungan baju sebagai penghias dindingnya. Begitu juga dengan keranjang tempat menaruh pakaian turut mempercantik desain bagian dalam warung Nut, kopi dan laundry.

gantungan baju dan kopi di nut kopi dan laundry
Interior bagian dalam Nut, kopi dan laundry
Jika diperhatikan lebih detail, rupanya ruangan utama warung seperti dibagi dua. Jika dinding sebelah kiri dihiasi barang-barang yang berkaitan dengan laundry, maka di dinding kanan diberi sentuhan segala sesuatu yang berbau kopi.

Beberapa toples berukuran besar berisi kopi diletakkan di atas rak-rak yang menempel ke dinding. Sementara di depannya terdapat dua meja tinggi lengkap dengan bangkunya.

Kalau pun tidak mau duduk di bagian dalam, silahkan memilih tempat duduk di bagian luar warung. Nah, bangku-bangku yang dipakainya bukan bangku biasa.

Bangku berwarna putih itu ternyata dibuat dari tabung mesin cuci yang rusak. Wah, kreatif sekali ya. menyulap barang yang sudah tidak terpakai menjadi barang lain.

Kehadiran berbagai perlengkapan bekas ini menguatkan kesan unik pada warung ini. Serta secara tidak langsung ikut menjaga kelestarian alam dengan mendaur ulang barang bekas. 

logo nut kopi dan laundry
Logo yang mempercantik ruangan Nut kopi dan laundry

Hal lain yang menjadi perhatian saya adalah konsepnya yang menyatukan laundry dengan kopi. Secara tidak langsung, pemilik sangat mengutamakan kenyamanan pelanggan.

Sambil menunggu pakaiannya dicuci, pelanggan bisa menikmati secangkir kopi dan camilan. Mau menyelesaikan pekerjaan juga bisa berkat jaringan wifi yang tersedia.

Segelas Jahe hangat dan singkong goreng

Sambil menunggu beberapa teman yang belum sampai, saya memesan minuman untuk menghangatkan tubuh. Pilihannya sih bermacam-macam, ada beberapa varian teh, kopi, minuman dingin, dan jus. Segelas jahe hangat akhirnya menjadi teman saya.

Segelas jahe hangat
Segelas jahe hangat untuk menemani sore yang dingin


Untuk camilannya, dipilihlah sepiring singkong goreng dan kentang goreng. Yup, warung ini memang menyajikan camilan rumahan.

Singkong berukuran tidak terlalu besar itu terasa lembut dimakan. Bumbunya pas. Tidak terlalu asin. Saat disajikan, singkong goreng ditemani saus berwarna kecokelatan. 

singkong dan kentang
Singkong dan kentang


Singkong lembut dan hangat itu berpadu serasi dengan rasa manis sausnya. Pas betul untuk saya yang memang penyuka singkong.

Sore itu terasa lengkap, ada camilan dan minuman hangat, serta celoteh teman-teman yang membuat waktu seperti tak bergerak.

Menu di nut kopi dan laundry
Menu di nut kopi dan laundry


Oh ya, tidak hanya camilan loh yang bisa dinikmati. Ada juga menu lain seperti nasi goreng dan mi buat mereka yang masih merasa lapar.

Lampu Warna-warni

Namanya para emak, kalau sudah kumpul pasti ramai. Begitu juga dengan saya dan teman-teman, cerita mengalir tiada henti. Mulai dari kesulitan memperbaharui isi website, hingga persoalan perizinan usaha dibahas tuntas.

Tanpa sadar, matahari sudah tenggelam. Lampu-lampu mulai dinyalakan. Ya ampun, suasana langsung berubah. Romantis banget.

lampu penerang di nut kopi dan laundry
Lampu penerang sekaligus dekorasi

 Lampu-lampu berwarna putih ini seperti menyatu dengan lampu warna-warni yang menempel di crane, alat untuk mengangkat material pembangunan Bandara. Wah, malam seperti penuh warna. Pantas saja kalau warung ini lebih ramai kala malam tiba, pemandangannya keren banget.

Kalau tidak ingat dengan tugas negara, rasanya saya masih ingin bercengkrama. Namun waktu pula yang mengingatkan untuk menyudahi pertemuan. Diiringi lambaian tangan, bersama-sama kami meninggalkan Nut, kopi dan laundry untuk kembali ke rumah masing-masing.  

Google map menuju Nut kopi dan laundry


Komentar

  1. Kayaknya dimanapun, google maps itu wajib banget banget kalo buat saya mbak. biar nggak nyasar gituuu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak eta, kemarin saya belagu hahahahaha karena pernah beberapa kali ke daerah itu. eh ternyata berubah juga. kesasar deh.

      Hapus
  2. Ngeliat singkong gorengnya jadi ngiler kepengen singkong keju.

    BalasHapus
    Balasan
    1. singkongnya enak lho mbak ipeh, lembut gitu. bumbunya pun pas. cocuk deh buat temen ngerumpi.

      Hapus
  3. Mak zaman now wajib banget ya pakai Google Maps sebagai navigasi perjalanan :D
    Demi ketemu dengan mak mak lainnya ;)

    Cheers,
    Dee Rahma
    heydeerahma.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha iya mbak. gabungan antara map sama nanya-nanya juga sih. biar makin afdol.

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Mohon tidak membagikan tautan disini. Silahkan meninggalkan komentar yang baik dan sopan.