Investasi Zat Besi di 1000 Hari Pertama Kehidupan Nilainya Melebihi Emas dan Properti.

Untuk mendapatkan hidup yang lebih baik, orang rela berinvestasi diberbagai lini yang diyakini dapat meningkatkan taraf hidupnya. Apakah hal serupa juga dilakukan pada penerus keturunan? Jangan-jangan hal ini terabaikan. Padahal berinventasi zat besi di 1000 hari pertama kehidupan, nilainya sangat tidak terhingga.

Sore itu, langit senja sudah berubah warna. Suasana komplek yang tenang, mendadak riuh karena seorang perempuan muda pingsan di tengah jalan. Bersama-sama kami membawanya ke rumah sakit.

tabel masa pertumbuhan janin
Masa Pertumbuhan Janin (dokumentasi pribadi)

Di sana saya baru mengetahui kalau tetangga baru saya tengah mengandung 3 bulan. Menurut pengakuannya, dia sama sekali belum pernah memeriksakan kehamilannya. Mual dan muntah membuatnya enggan keluar rumah.

Jauh didalam hati, saya menyayangkan sikapnya. Saya pun pernah mengalami keadaan serupa, namun saya selalu melawan serangan mual dan pergi menemui tenaga medis.

Saya hanya berpikir harus segera melakukan investasi pada anak-anak, meskipun, mungkin, langkah yang saya ambil tertinggal beberapa langkah. Mengapa? Sebab seyogyanya investasi berupa pemberian asupan vitamin dan zat besi dilakukan sebelum saya hamil.

Masa Emas Hanya Sekali

Investasi memang tidak melulu berkaitan dengan perhiasan, tabungan, atau properti. Ada investasi yang tidak kasat mata tetapi nilainya sangat tinggi dan berlangsung selama hayat dikandung badan.

Kegiatan investasi yang saya maksud tidak lain adalah kebutuhan nutrisi, khususnya zat besi pada anak-anak. Mungkin kelihatannya sepele, berkisar pada asupan makanan dan suplemen, namun dampak yang diberikan sangat besar.

Zat besi merupakan zat yang ada di dalam tubuh. Zat ini erat keterkaitannya dengan ketersediaan jumlah darah yang diperlukan. Dalam tubuh manusia, zat besi bertugas mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh dan mengangkut electron di dalam proses pembentukan energi di dalam sel.

Uraian ini dengan jelas memaparkan peran penting zat besi pada manusia. Tidak hanya ketika orang tersebut dewasa, tetapi sejak seorang anak masih berada dalam rahim seorang ibu.

dr. gladys gunawan
dr. Gladys Gunawan, Sp.A [K] (dokumentasi pribadi)
“1000 hari pertama kehidupan merupakan masa emas, karena pada periode ini terjadi pertumbuhan otak yang sangat pesat,” terang dr. Gladys Gunawan, spesialis dokter anak di Banjarmasin. Saya bersyukur bisa mendengarkan penjelasan beliau di acara “Pengalaman Penting Zat Besi dalam 1000 Hari Kehidupan Pertama (Golden Age) Nan Cemerlang”. Kegiatan ini digagas oleh Maltofer Women Community di Banjarmasin.

1000 hari pertama kehidupan dihitung sejak proses pembuahan janin dalam rahim sampai bayi berusia 2 tahun. Sejak detik itulah zat besi digunakan untuk menunjang pertumbuhan janin.
Bersama teman-teman
Bersama-sama menambah ilmu

Inilah periode emas seorang anak karena di masa inilah otak tumbuh dengan pesat. Susunan saraf pada otak berperan penting dalam mendukung seluruh proses tumbuh kembang anak dengan baik.

Perkataan dr. Gladys mengingatkan saya pada masa kehamilan dulu. Ketika itu, setiap kali selesai melakukan pemeriksaan kehamilan, saya selalu dibekali minimal dua jenis vitamin, asam folat dan suplemen zat besi.

Kala itu, suplemen zat besi berbentuk tablet. Baunya sangat khas dengan ukuran cukup besar dibanding vitamin lain.

Otak, Otot, dan Metabolisme

Untuk mengkonsumsi obat, saya perlu upaya ekstra. Selama kehamilan saya tidak tahan dengan bau. Indra penciuman menjadi sangat sensitif. Bau yang tercium sukses membuat saya mual dan muntah.

Untuk meredam bau obat, saya sembunyikan obat ke buah pisang lalu memakannya. Biar bagaimana pun, saya tidak mau kekurangan zat besi karena sangat diperlukan oleh janin.

Oleh janin, zat besi digunakan untuk membangun jaringan otak. Satu persatu syaraf disusun secara ajaib hingga saling berhubungan.

Seorang anak asyik bermain dengan percaya diri (dokumentasi pribadi)

Janin pun terus bertumbuh. Massa otot, dan komposisi tubuhnya akan mengalami perubahan. Dari semula hanya sebuah titik kecil, pelan-pelan memperlihatkan bentuk kepala, anggota tubuh, dan organ tubuh.

Proses yang menakjubkan ini berlangsung bersamaan dengan berkembangnya sistem metabolisme janin. Pelan-pelan janin belajar mengatur kebutuhan glukosa dan protein yang dibutuhkan untuk menunjang kehidupan.

Keajaiban yang berlangsung tersebut akan berpengaruh pada kemampuan kognitif dan edukasi anak. Daya tahan dan kemampuan kerja anak dipengaruhi oleh pertumbuhan, massa otot, dan komposisi tubuh.

Janin, Bayi, Lalu?

Menurut dr. Gladys, proses pemberian zat besi tidak berhenti di saat kehamilan, namun hingga anak-anak berusia dua tahun. “Zat besi berguna untuk melancarkan transportasi oksigen ke seluruh tubuh.”

Minimnya pasokan zat besi di 1000 hari kehidupan pertama seorang anak dapat mengakibatkan stunting.  Tentu tidak ada orangtua yang menginginkan hal ini terjadi pada buah hatinya. Oleh karena itu jangan pernah abai menjaga asupan zat besi.

Lalu, siapa saja sih yang perlu mengonsumsi zat besi. Ternyata anak-anak, remaja, ibu hamil, dan orang tua memerlukan zat besi dengan takaran yang berbeda-beda.

pemberian dosis zat besi disesuaikan dengan usia
Pemberian suplemen zat besi sesuai usia (dokumentasi pribadi)
Bayi dan anak-anak memerlukan zat besi untuk mendukung masa tumbuh kembangnya. Sedangkan di masa remaja, zat besi dapat menambah volume darah dan meningkatkan massa otot. Khusus remaja putri, zat besi dibutuhkan terutama saat menstruasi.

Orang dewasa dan manula pun membutuhkan zat besi agar tidak terkena anemia. Saya juga membutuhkan zat besi, apalagi Hb saya rendah hanya 11, seharusnya berada di angka 12-16.

Tingkat Hb yang rendah kerap membuat saya mudah lelah. Tanda-tanda lain dari kekurangan zat besi pada orang dewasa adalah menurunnya prestasi dan penurunan sistem kekebalan tubuh.

Sebenarnya saya tahu kalau Hb rendah, namun entah mengapa malas mengonsumsi suplemen zat besi. Rupanya, menghapus kenang rasa itu sangat sulit. Akhirnya saya berusaha memenuhinya dengan makan dalam jumlah banyak. Dan, tentu saja hasilnya tidak menggembirakan.

tablet zat besi kunyah rasa coklat
Tablet zat besi kunyah dengan rasa coklat  pertama di Indonesia (dokumentasi pribadi)
Tetapi sekarang saya bisa merubah kebiasaan itu. Saya dapat mengonsumsi Maltofer, zat besi rasa cokelat dan body friendly iron tanpa rasa kuatir.

Tumbuhan dan Hewani

Untuk memenuhi kebutuhan zat besi keluarga, saya bisa mendapatkan sumber zat besi secara alami pada bahan makanan yang terdiri dari tumbuhan dan hewani.  Bicara soal tumbuh-tumbuhan, salah satu sayur yang kerap tampil di atas meja adalah sayur bayam. Selain segar, sayur bayam kaya akan zat besi.

sumber bahan makanan yang mengandung zat besi
Sumber bahan makanan yang mengandung zat besi (dokumentasi pribadi) 

Oh ya, kangkung, daun singkong, dan sawi juga mengandung zat besi. Begitu juga dengan kacang-kacangan, sereal, dan buah kering.

Selain tumbuh-tumbuhan, zat besi juga bisa diperoleh dari hewan, seperti telur, ikan, ayam, dan daging. Dibanding sayuran hijau, bahan makanan yang berasal dari hewan mengandung besi-heme. Artinya kandungan zat besinya 2-3 kali lebih mudah diserap tubuh.

Agar makanan yang disajikan menjadi 4 sehat 5 sempurna plus, maka saya juga bisa memberikan Maltofer untuk melengkapi kebutuhan zat besi keluarga.

Cegah Stunting Pada Anak

Selama mengikuti acara, sesekali mata saya mengawasi beberapa anak yang berlarian. Tubuh mereka sehat dan bugar. Tanpa takut, mereka hilir mudik, dari satu meja ke meja lain.

bermain dan berinteraksi dengan kawan baru
Asyik bermain dan berinteraksi dengan kawan baru (dokumentasi pribadi)

Tingkah polah mereka sangat aktif. Pertanda mereka mendapat asupan gizi yang baik dan cukup.
Keadaan akan berbeda jika seorang anak tidak mendapatkan asupan atau kekurangan zat besi. Tumbuh kembang mereka akan terganggu. Perkembangan otak pun terhambat sehingga anak mengalami gangguan perilaku sosio-emosional, kinerja kognitif, dan fungsi motorik buruk. Selain berpengaruh pada perkembangan otak, kurangnya asupan zat besi dapat memengaruhi tinggi tubuh seorang anak atau stunting.

maltofer untuk ibu hamil, anak, orang dewasa
Maltofer untuk ibu hamil, bayi, anak-anak, dan dewasa (dokumentasi combiphar)
Untuk mencegah hal tersebut, orang tua wajib memerhatikan kebutuhan gizi dan vitamin, terutama zat besi. Anak dapat diberi suplemen tambahan yang mengandung zat besi.

Maltofer Untuk Semua

Cara memberikan zat besi untuk anak tentu berbeda dengan orang dewasa. Tidak mungkin meminta anak meminum vitamin dalam bentuk padat.

5 keunggulan maltofer
5 keunggulan matofer (dokumentasi pribadi)

Membuatnya menjadi puyer juga tidak terlalu membantu. Saya pernah mengalami masa-masa dimana harus berkejaran dengan anak setiap kali memberikan vitamin dan zat besi. Dulu hanya penambah nafsu makan saja yang berbentuk sirup. Vitamin lain berbentuk tablet.

Rasanya drama itu tidak akan lagi dialami oleh orangtua. dr. Carlinda Nekawati, medical junior manager Chombiphar, menjelaskan bahwa maltofer, suplemen zat besi sudah tersedia dalam bentuk sirup. “Ada empat varian matofer, maltofer drop untuk bayi, sirup untuk anak-anak, maltofer chew untuk segala usia, dan maltofer fol untuk ibu hamil.”

dr. carlinda nekawati
dr. Carlinda Nekawati (dokumentasi Ika)

Selain tersedia dalam beberapa varian, maltofer sangat bersahabat dengan tubuh. Kandungan iron polymaltose complex-nya membuat tubuh bisa secara aktif menyerap dan mengontrol kebutuhan zat besi. 
Rasa mual, luka lambung, gangguan jantung, dan susah BAB, hilang tak berbekas.

Ternyata benar, usai mengonsumsi maltofer chew, saya tidak merasa mual. Lidah saya pun masih menyisakan rasa cokelat yang enak. Yup, maltofer chew ini mengandung rasa cokelat dan dikonsumsi dengan cara dikunyah.

Saya pun bisa mengonsumsinya kapan saja, tentu mengikuti aturan yang berlaku ya. Mau sesudah makan, boleh. Namun, saat terbaik mengonsumsi justru saat sedang makan. Tenang, suplemen penambah besi ini tidak akan bereaksi secara negatif dengan makanan, minuman, maupun obat.

Sesungguhnya masih banyak informasi menarik lain seputar maltofer, teman-teman bisa mendapatkannya di www.maltofer.combiphar.com. Meski hanya sekelumit, Saya ingin seperti Mbak Ika Puspita, seorang blogger yang selalu berbagi informasi dengan banyak orang. Semoga apa yang tuliskan bisa memberi manfaat untuk teman-teman.

Tentang Combiphar

Combiphar adalah perusahaan produsen obat-obatan asal Indonesia. Didirikan tahun 1971 dan telah memproduksi lebih dari 170 merek obat-obatan resep dan bebas yang terjangkau oleh seluruh masyarakat.  

#maltofer
#maltoferwomencommunity
#maltoferindonesia
#combiphar
#banjarmasin









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Membuat Kain Sasirangan Dengan Pewarna Alam

Ke Banjarmasin Naik Transportasi Umum Yang Adem dan Nyaman? Ya, Pakai BRT dong.

Review: Vitalis Body Wash Hijau dan Body Positivity