Pecah Kongsi. Awal Langkah Baru Nilam Merengkuh Dunia

 

Nilam, pebisnis sukses yang peduli UMKM. (dok. ISB)


 

Udara panas Kota Surabaya kembali memeluk tubuh Nilam. Hawa gerah yang mendera bukan lagi sesuatu yang membuatnya berdecak kecewa. Rasa sumuk itu justru memacunya untuk kembali berjibaku dengan kehidupan dengan tujuan kembali meraih kejayaan.

Nilam, seorang ibu yang pernah meninggalkan Kota Surabaya untuk mengembangkan bisnis, akhirnya kembali ke tempatnya berawal. Di Kota ini, dia tidak menyangka akan memulai segalanya dari minus, bukan nol. Bayangkan, usaha yang dirintisnya dengan susah payah, harus dilepas karena pecah Kongsi. Ya, perintis Kebab Baba Rafi itu harus menelan pil pahit. Usaha bermodal awal 4 juta rupiah dan sukses hingga bisa membuatnya mewujudkan impiannya itu harus dilepaskan.

Mimpi yang tidak pernah ada dalam tidurnya, namun terjadi di dunia nyata. “Semua terjadi karena perpisahan, namun saya memilih untuk berusaha Ikhlas. Bagaimana pun, saya harus mulai berjuang kembali,” tuturnya saat berbagi kisah dengan anggota ISB di acara #ISBWorkshop Kickstart Your Business bersama Komunitas ISB.

Kisah Kebab Baba Rafi pun ditutup. Entah dengan kekuatan apa, Nilam terus mendorong dirinya untuk menapaki anak tangga. Tujuannya satu, meraih kehidupan yang lebih baik dari hari ini.

Tantangannya lebih besar, kali ini Nilam tidak memiliki modal bahkan harus menanggung beban yang jumlahnya tidak main-main, nilainya lebih dari 1 Milyar. Bermodal kerja keras, keyakinan, dan semangat untuk memulai, Nilam mulai memberanikan diri untuk mengikuti kompetisi bisnis. Pengalaman dan ide bisnis yang dibuatnya ternyata mengantarkannya pada kemenangan. Kesempatan ini digunakan untuk mengikuti pendidikan. “Meski tidak bisa meraih S2, karena tidak lulus dari S1, tapi belajar bersama dengan para pebisnis, benar-benar membuka mata,” imbuhnya.

Langkah berani, jika bukan dikatakan nekad, diambil dengan merekrut para praktisi berpengalaman untuk membantunya menjalankan bendera PT. Sari Kreasi Boga. Usaha yang mendukung UMKM untuk mengembangkan bisnis mereka melalui franchise. Keputusannya tepat, pelan-pelan hutang usaha terbayar. Perusahaannya bahkan mendapat suntikan dana agar bisaa melantai di lantai bursa.

Melihat sepak terjang dari Nilam, tentu menjadi cermin bahwa seorang perempuan dapat dan mampu berbisnis asalkan memiliki;

1. Tekad dan kerja keras, tekad menjadi salah satu bahan bakar untuk mendorong seseorang menempa diri, melewati ambang batas kekuatannya. Kekuatan tak kasat mata ini akan memiliki kekuatan maha dasyat jika digabungkan dengan kerja keras. Nilam memperlihatkan dari caranya memulai bisnis kembali dengan dasar kemampuannya mengelola usaha secara franchise, namun kali ini kepiawaiannya ditujukan untuk membantu para UMKM untuk mengembangkan usahanya.

2. Kreatif dan Inovatif, kemampuan melahirkan hal-hal baru tentu membuatnya berbeda dan menonjol. Demikian yang terlihat pada usaha milik Nilam seperti Zuzu Beauty, Bebek Garang, dan Voila 360’ Communication Agency.

3. Kemampuan mengatasi tantangan, terutama ketika harus menerima keputusan untuk melepas usaha yang telah besar dan menghasil. Ditambah lagi dengan tanggung jawab untuk melunasi hutang, serta melepaskan pasangan hidup, juga kehilangan ibunda.

4. Sistem yang mendukung, cobaan yang bertubi-tubi tersebut dapat dilalui dengan dukungan dari keluarga, merekalah support system nomor satu.

5. Kesadaran sosial terhadap masyarakat yang tengah berupaya untuk mengembangkan usahanya. Pengalaman Nilam tentu menjadi kunci untuk membantu UMKM agar bisa meningkatkan usahanya.

Dari kisah keberhasilan tersebut, Nilam membagikan sejumlah tips yang bisa diadaptasi oleh para pebisnis, yaitu:

1. Tentukan tujuan, sebelum melakukan sesuatu atau usaha, tentukan tujuan yang ingin dicapai. Identifikasi nilai penting dan pastikan tujuan tersebut sejalan dengan nilai tersebut. Tetapkan prioritas dan pastikan nilainya spesifik, terukur, dan dapat dicapai. Baru kemudian susun rencana.

2. Kerja keras, dapat dilakukan dengan memulai usaha yang sudah direncanakan, tetap bekerja meski menghadapi tantangan seperti persaingan bisnis, dan tidak pernah lupa untuk memotivasi tim untuk mencapai tujuan bersama.

3. Belajar dari kegagalan dapat dimulai dengan mengevaluasi dan memperbaiki sistem atau cara atau hal lain yang membuat usaha tersebut gagal.

4. Sistem diperlukan untuk membantu berjalannya usaha. Sistem yang dibuat tentu dapat disesuaikan dengan usaha yang dijalankan. Sistem ini dapat digabungkan dengan kemajuan teknologi saat ini.

5. Fokuskan diri pada usaha yang tengah dikembangkan.

Komentar