3 durian unik dari Kalimantan Selatan

papakin. marawin, lahung dari kalimantan
Keluarga durian dari Kalimantan


Hai, hai.

Beberapa waktu lalu saya pernah membuat tulisan tentang cakepapakin. Yup, camilan lembut berwarna kuning itu memang dibuat dari daging buah papakin, tentu ditambah terigu dan telur ya. 

Nah, selain papakin, masih ada lahung atau layung dan marawin. Mereka merupakan keluarga durian yang berasal dari Kalimantan.

papakin, lahung, marawin, durian dari kalimantan
Papakin, marawin, dan lahung dari kalimantan


Keluarga durian ini bisa dikatakan unik dan langka lho. Penyebabnya, mereka sangat jarang ditemukan di pasar.

Dari ketiganya, papakin terbilang bisa dijumpai setiap tahun. Sedangkan lahung dan marawin baru bisa ditemukan setiap 2 tahun sekali.

Itu pun masih dengan catatan, cuaca mendukung. Kalau cuaca tidak bersahabat, pupus sudah harapan menikmati kelezatan lahung dan marawin. 

durian marawin dari kalimantan
Ini dia bagian dalam buah marawin


Perjuangan mendapatkan lahung dan marawin semakin besar karena jumlahnya tidak sebanyak durian. Jadi tidak heran kalau harga marawin dan lahung lebih mahal dibanding papakin.

Jadi, saya termasuk beruntung bisa mendapatkan ketiganya dalam satu waktu. Itu pun setelah mencari dan bertanya pada penjaja durian. Mengapa? Ya itu tadi, jumlahnya sedikit. Jadi tidak semua penjaja durian bisa mendapatkan lahung dan marawin.

Lantas apa sih perbedaan papakin, lahung, dan marawin dengan durian. Baiklah, saya akan menceritakannya satu per satu, sesuai pengetahuan saya ya.

Papakin

Saat ini masih banyak penjaja buah papakin di tepi jalan. Gampang sekali mengenali buah ini karena kulit buahnya berwarna kuning. Jika belum masak, kulit buahnya berwarna hijau. Durinya lebih pendek dan jaraknya tidak terlalu rapat. 

buah papakin dari kalimantan
Buah papakin dengan daging buah berwarna oranye

Meski berduri, kulitnya tidak setajam duri buah durian. Bahkan cenderung agak lunak ketika ditekan. Walau demikian tetap harus hati-hati agar tidak tertusuk.

Ukuran buah papakin tidak terlalu besar. Begitu juga dengan baunya, tidak setajam buah durian. Bau baru tercium ketika berdiri di dekat tumpukan buahnya.

Untuk menarik minat para pembeli, penjual pasti membuka beberapa buah papakin. Warna oranye terlihat menggoda sekali. Warna inilah yang membuat saya membeli buah papakin. Cakep.

buah papakin berwarna oranye
Warnanya yang cerah sangat menarik perhatian


Ketika dipegang, buahnya terasa lebih padat dan keras. Tidak perlu kuatir daging buah menempel ditangan karena buahnya seperti terlapis begitu.

Buah ini memiliki rasa manis yang pas. Tanpa tercium bau durian yang kuat. Cocok untuk mereka yang pertama kali mencoba makan durian. Atau mereka yang suka durian tapi tidak suka baunya yang menyengat.

Lahung

Lahung atau dikenal dengan layung sama berdurinya dengan durian. Tapi warnanya kulitnya sungguh berbeda dengan durian lho. Kulitnya berwarna merah.

buah lahung berkulit merah
Buah lahung berkulit merah


Durinya cukup panjang dan runcing. Jarak antar durinya terbilang rapat. Perlu kehati-hatian saat memegangnya agar tidak tertusuk duri.

Perihal duri ternyata cukup merepotkan juga ya waktu membukanya. Padahal sebelumnya sudah meminta penjajanya untuk membelah setiap ruasnya. Tetap saja perlu teknik khusus untuk membuka kulitnya. Agar tidak tertusuk, saya sampai melapisi kulit dengan lap bersih.

Begitu dibuka, tampaklah daging buah yang berwarna kuning pucat. Dagingnya tidak terlalu tebal. Teksturnya mirip sekali dengan durian. Tidak heran kalau daging buahnya menempel ketika dipegang.

Nah, si lahung ini baunya sudah mendekati durian. Aromanya langsung menyeruak meski tidak setajam durian. Ketika dicicipi, daging buahnya terasa lembut dan manis. Enak juga.

Marawin

Nah, kata penjajanya, buah ini jauh lebih enak dari durian. Wah, agak nggak percaya melihat ukurannya yang imut itu.

durian marawin
Marawin, rasa dan harumnya serupa durian


Dibandingkan papakin dan lahung, bentuk marawin sangat mendekati durian. Bedanya warna kulitnyanya hijau dengan duri agak panjang dan tajam.

Ternyata, soal rasa, saya harus sependapat dengan sang penjaja. Rasa buah marawin enak.

Daging buah yang berwarna kekuningan itu manis dan lembut. Daging buahnya pun lumayan tebal lho. Baunya juga harum.

Menurut saya, rasanya lebih legit dibanding durian. Manisnya pas. Pantas saja si penjual memuji-muji marawin. Saya setuju banget pak.

Meski ukurannya kecil, harganya lebih mahal dibandingkan durian. Untuk ukuran yang sama, sebuah durian bisa didapat dengan membayar Rp 10.000, sedangkan untuk marawin Rp 25.000.

Mahalnya harga marawin disebabkan masih belum ada yang bisa membudidayakan. Buah yang dijual masih diperoleh dari hutan. Terbayang dong perjuangan untuk mendapatkan buah ini. Tidak heran kalau harganya berbeda.

Meski ketiganya berbeda, ada satu kesamaan untuk mengetahui tingkat kematangan buahnya cukup dengan mencium baunya. Jika bau harum menyeruak, pertanda buah sudah matang. Sebaliknya, tidak ada bau berarti buah belum matang. 

Baca juga :




Komentar

  1. Waduh, jadi penasaran. Tapi gimana caranya dapat ketiga buah ini ya, secara saya kecil sekali kemungkinannya untuk main ke Kalimantan. Saya selalu tertarik dengan buah eksotis, Kak. Tapi cara mendapatkannya PR banget ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo mbak main ke kalimantan. pas musim buah ini kemungkinan besar bisa nyobain. tiap daerah pasti punya buah eksotik, saya juga penasaran dengan buah eksotik daerah lain.

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Mohon tidak membagikan tautan disini. Silahkan meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Postingan populer dari blog ini

Ke Banjarmasin Naik Transportasi Umum Yang Adem dan Nyaman? Ya, Pakai BRT dong.

Asyiknya Menumpang Travel ke Bandung