Rahasia cara membuat pizza yang disukai anak


Pizza identik dengan negara Italia. Sajian ini sangat disukai banyak orang termasuk anak-anak. Apalagi kalau pizza yang dibuat berbentuk seperti beruang, dijamin anak-anak tidak akan ada yang menolak.


Pizza beruang lucu
Pizza beruang (foto: koleksi pribadi)


Makanan yang berasal dari negara beribukota Roma ini memang memikat. Ukurannya yang besar dengan topping beragam serta lelehan keju, sukses membuat orang kepincut. Tak terkecuali anak-anak saya.


Melihat mereka menikmati setiap gigitan pizza yang dibeli, rasanya saya jadi kenyang. Alhasil, mengalah meski dalam hati masih mau ikut makan. Yah, begitulah emak-emak, selalu mendahulukan kebahagiaan anak dan keluarga. 


Belajar membuat Pizza


Atas nama kebahagian bersama, akhirnya saya memutuskan untuk belajar membuat pizza. Dengan membuat pizza sendiri sudah pasti bisa makan sepuasnya. Selain lebih sehat dan murah. Oh ya, waktu itu internet masih belum dikenal luas, jadi saya mengandalkan buku, majalah, dan tabloid untuk mendapatkan resep pizza. 


Modal baca sana sini plus praktek seadanya tidak lantas membuat saya sukses membuat pizza yang sesuai keinginan. Entah adonannya terlalu keras atau kelembekan. 


Alhasil mulai melebarkan area belajar dengan bertanya. Kebetulan sekali saya dikelilingi teman-teman yang senang memasak. Dari mereka saya bebas bertanya sekaligus praktek membuat pizza. Hasilnya saya bisa membuat pizza dengan baik dan sesuai keinginan, rotinya menul  dan empuk.. 


Dibalik kesederhanaan bahan baku dan kemeriahan topping, tidak mudah lho mengolah adonan pizza. Permasalahan yang saya hadapi dulu adalah mengukur tingkat kekalisan adonan. Namun demikian jangan pernah putus asa. 


Sering berlatih adalah kunci utama untuk menghasilkan adonan pizza yang enak. Perihal resep, teman-teman bisa mendapatkannya di bagian akhir tulisan atau bisa berselancar di internet. Ada banyak situs memasak maupun perorangan yang bisa dilihat. Jangan ragu untuk mencoba ya. Nanti pasti ada satu resep yang sesuai dan pas dengan selera.


Apapun resep yang digunakan, perhatikan poin berikut untuk mendapatkan adonan pizza yang enak


Penggunaan ragi


Untuk membuat adonan, saya mendapati resep yang langsung mencampurkan semua bahan ke dalam satu wadah namun ada pula yang memisahkan tepung dengan ragi. Berdasarkan pengalaman, saya cenderung memisahkan campuran tepung dengan ragi.


Ragi untuk membuat pizza
Ragi yang baik akan terlihat berbusa (foto: koleksi pribadi)


Tujuannya sih agar bisa mengetahui apakah ragi masih baik atau tidak. Jika ragi yang telah diberi sedikit air hangat mengeluarkan busa, berarti ragi masih bagus dan bisa di campurkan ke tepung terigu. Sebaliknya jika ragi tidak mengalami perubahan meski telah didiamkan selama 15 menit, berarti ragi sudah tidak baik dan harus diganti.


Menguleni adonan


Untuk mencampur adonan saya menggunakan wadah yang bersih. Di dalamnya terdapat bahan kering dan ragi yang telah mengembang. Adonan lantas di campur dengan menggunakan ujung jari. Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil terus mengaduk. Adonan akan terlihat menggumpal dan lengket.


Agar mudah menguleni, saya lebih suka melakukannya di atas permukaan datar. Bisa menggunakan meja atau alas bersih lainnya, sebelumnya taburi permukaan alas dengan tepung terigu.


mencampur adonan pizza
Gunakan ujung jari untuk mencampur adonan (foto: koleksi pribadi)


Keluarkan adonan dari wadah lalu uleni dengan cara menyatukan adonan menjadi gumpalan. Tekan dan bentuk bulat. Taburi permukaan tangan dengan terigu agar adonan tidak lengket. 


Setelah itu tekan adonan dengan bagian telapak ke arah luar. Gerakannya seperti menggilas baju ya. Proses ini membantu gluten bekerja hingga adonan kalis atau tidak lengket di tangan.


Tanda adonan telah siap terlihat dari permukaannya yang licin dan lembut. Saat disentuh adonan tidak menempel dan terasa elastis.


Minyak atau mentega


Terkadang saat menguleni, adonan terlihat rapuh. Hal ini dapat diketahui dengan cara meregangkan sedikit adonan. Jika adonan sobek menandakan adonan rapuh atau masih setengah kalis.


Beri minyak, bisa minyak sayur, minyak zaitun, atau mentega, lalu uleni kembali hingga adonan menjadi kalis elastis. Tanda adonan elastis jika ditarik adonan tidak gampang sobek.


adonan pizza yang telah diuleni
Adonan pizza siap diistirahatkan (foto: koleksi pibadi)


Stt, adonan jangan ditarik terlalu kencang ya, cukup dengan meregangkannya dengan jari tangan. Adonan akan meregang hingga terlihat seperti transparan. Saya bisa melihat jari-jari tangan lho.


Kini saatnya mengistirahatkan adonan dengan cara menyimpannya ke dalam wadah dan menutupnya dengan kain atau plastik. Biarkan hingga mengembang menjadi dua kali lipat besar adonan semula.


Menipiskan adonan


Adonan yang telah mengembang harus dikempiskan dengan cara ditinju. Setelah itu bagi adonan sesuai kebutuhan.


Untuk menipiskan adonan bisa dilakukan dengan tangan atau menggunakan rolling pin. Penipisan dengan tangan dilakukan dengan cara menekan-nekan seluruh permukaan adonan.


Adonan pizza siap ditipiskan
Menipiskan adonan dengan rolling pin (foto: koleksi pribadi)


Regangkan adonan dari bagian tengah ke luar hingga sesuai dengan ukuran loyang. Jika menggunakan rolling pin, tekan adonan sambil sesekali memutar adonan agar bentuknya bulat. Jangan lupa menaburi alas dengan tepung terigu.


Apabila menginginkan pizza yang renyah dan tipis seperti pizza Italia, tusuk-tusuk permukaan adonan dengan garpu. Sebaliknya jika menginginkan adonan pizza yang empuk maka adonan perlu diistirahatkan kembali selama 5 menit dan tutup dengan kain.


Membentuk adonan


Meskipun anak-anak tidak keberatan dengan bentuk pizza konvensional alias bundar, tetapi mereka akan senang sekali mendapati pizza dalam bentuk lucu. Contohnya, pizza berbentuk muka beruang.


Bentuk ini bisa diperoleh dengan menggunakan cetakan. Jika tak memiliki cetakan bisa memanfaatkan gunting dan mangkuk.


adonan pizza berbentuk bulat
Tutupi permukaan pizza dengan sosis (foto: koleksi pribadi)


Peralatan ini digunakan untuk membentuk bahan pelengkap, seperti nori dan keju, yang akan diletakkan di atas pizza. Jangan lupa dengan mata dan kumisnya ya. Dijamin anak-anak akan makin semangat menikmati pizza.


taburi keju
Tutupi sosis dengan keju (foto: koleksi pribadi)


Berikut  saya sertakan resep pizza beruang agar teman-teman bisa membuat pizza bersama anak-anak, 


Pizza Beruang


Bahan:

1 ½ sdt ragi

2 sdt gula pasir

240 ml air hangat

200 gram tepung terigu protein tinggi

½ sdt garam

2 sdm margarin

1 sdm saus tomat

3 batang sosis, dipotong

50 gram keju mozarella

1 lembar nori


Cara membuat:

  1. Siapkan wadah. Beri ragi, gula pasir, dan 4 sendok makan air hangat. Aduk rata. Diamkan hingga berbusa.

  2. Siapkan wadah besar. Satukan tepung terigu dan garam, aduk rata.

  3. Tuang ragi ke campuran tepung terigu. Uleni hingga rata.

  4. Beri margarin, uleni kembali sampai kalis atau adonan tidak menempel di tangan. 

  5. Bulatkan. Tutup wadah dengan kain. Diamkan adonan hingga mengembang dua kali lipat (30 menit).

  6. Kempiskan adonan. Bagi adonan menjadi dua bagian. Bulatkan dan tipiskan. Taruh di atas loyang.

  7. Olesi permukaan adonan dengan saus tomat. Beri sosis dan keju mozarella.

  8. Panggang dalam suhu 180 derajat celcius selama 10 menit. Keluarkan.

  9. Hias dengan nori yang digunting menyerupai beruang. Sajikan.

Setelah membua pizza, bisa lho mencoba olahan kue lainnya seperti:

Bolu singkong, alternatif olahan singkong kekinian

Tip membuat pie yang enak

Cara mudah bikin booba




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Membuat Kain Sasirangan Dengan Pewarna Alam

Review: Vitalis Body Wash Hijau dan Body Positivity

Ke Banjarmasin Naik Transportasi Umum Yang Adem dan Nyaman? Ya, Pakai BRT dong.