Kelap-kelip Dari Balik Kamar Hotel Le Meridien Jakarta

Ketika Para Penulis Buku Anak Berkumpul Di GLN

desain sampul buku GLN
Desain sampul buku untuk GLN 2023 (dok. pribadi)



Tahun ini, banyak sekali instansi mengadakan lomba penulisan yang menyasar pembaca awal. Dari sekian banyak lomba, GLN dapat dikatakan paling dinanti oleh para penulis bacaan anak.

Ketika akhirnya gong dipukul, tanda pintu gerbang Gerakan Literasi Nasional (GLN 2024) dibuka, wajah para penulis buku bacaan anak dipenuhi senyuman. Ajang GLN memang paling ditunggu oleh para penulis buku cerita anak. Bisa dikatakan GLN merupakan ajang bertemunya para penulis buku cerita anak. 

Agar bisa bertemu dengan para penulis lain, para penulis harus melalui tantangan yang dibuat oleh penyelenggara. Namanya ajang lomba tentu ada sesuatu yang harus dilalui. Sesuai namanya, Gerakan Literasi Nasional maka lomba yang digelar adalah penulisan buku cerita anak. 

Naskah cerita yang masih ada di kepala atau tersimpan rapi di bank naskah, segera dibuka kembali dan dibenahi. Kemudian para penulis berusaha menjalin kerjasama dengan ilustrator. Tentu hal ini tidak berlaku untuk penulis yang sekaligus menjadi ilustrator atau sebaliknya. 

Keriuhan dimulai

Memiliki segudang cerita tentu sangat menguntungkan ketika ingin mengikuti sebuah lomba. Tinggal membuka bank naskah yang ada dan mencari cerita yang sesuai. Tetapi, terkadang sebuah cerita yang dianggap cocok tidak serta merta bisa langsung dikirim. Jika tidak memiliki bank naskah, para penulis akan membuat cerita anak. 

workshop penulisan buku anak
Narasumber memberikan materi (dok. pribadi)


Pastikan dulu apakah cerita yang dibuat sesuai dengan tema dan petunjuk teknis dari panitia penyelenggara. Bukan tidak mungkin cerita yang dibuat perlu mengalami perbaikan atau penyesuain. Di tahap ini tantangan sudah dimulai.

Keseruan semakin bertambah karena cerita yang dibuat harus dilengkapi dengan ilustrasi. Wow, bukan hal mudah untuk membuat sebuah ilustrasi buku anak. Di sebuah grup penulis buku anak, para penulis dan ilustrator saling berkenalan. Melihat contoh gambar yang dibuat oleh ilustrator sebelum akhirnya meminangnya untuk bekerja sama. Kerjasama yang terjalin ini bisa dibilang sepenuhnya mengandalkan kepercayaan sebab belum tentu keduanya sudah bertemu muka.

350 naskah

Berbeda dengan tahun sebelumnya, GLN tahun ini membuka kesempatan untuk 350 naskah. Jumlah yang banyak karena ditahun sebelumnya kuota naskahnya hanya 80 saja. Lonjakan besar yang disambut dengan antusias.

Banyaknya naskah yang dijaring nantinya akan terbagi menjadi 4 jenjang pembaca yaitu, jenjang B1, B2, B3, dan jenjang D. Setiap jenjang memiliki tema turunan dengan jumlah yang berbeda. Misalnya untuk jenjang B1, pilihan temanya berupa literasi finansial, kewargaan, kesehatan, dan persahabatan. Jumlah naskah yang diperlukan untuk setiap jenjang jumlahnya berbeda-beda. Naskah yang lolos nantinya akan diterbitkan dalam bentuk digital agar mudah diakses oleh pembaca.

Jenjang pembaca

Jika dicermati lebih jauh, bukan tidak mungkin muncul pertanyaan mengenai pembaca buku yang dituju. Mengapa sasarannya dibuat dalam jenjang pembaca bukan usia pembaca? Bukankah lebih mudah menyebutkan usia dibanding jenjang pembaca.

Memang usia dapat diketahui dengan mudah. Tetapi, usia seorang anak belum tentu sebanding dengan kemampuan dan pemahamannya dalam membaca buku. Bisa jadi meski usianya terbilang muda, anggaplah 7 tahun, namun karena terbiasa dibacakan dan membaca maka anak tersebut sudah mampu memahami bacaan dijenjang B2.

Oh ya, pemakaiaan kata dan tanda baca disesuaikan dengan jenjang pembaca. Untuk jenjang B1, kata-kata yang dipakai menggunakan kata sederhana agar mudah dipahami. Tanda baca pun belum menjadi perhatian. 

semakin tinggi jenjang pembaca maka semakin banyak kosakata baru yang dimasukkan. Pemakaian tanda baca pun akan bertambah. 

Bersiap untuk berkumpul

Setelah masa pengumpulan naskah berakhir. Proses penjurian berlangsung dalam jangka waktu tertentu. Baru setelah itu naskah yang lolos akan diumumkan. Menjelang masa-masa pengumuman benar-benar sangat mendebarkan. Semua penulis yang berpartisipasi berharap bisa melanjutkan proses ke tahap berikutnya. 

Namanya kompetisi, tentu ada yang lolos atau menang dan ada yang kalah. Para penulis yang lolos berarti harus siap secara mental dan fisik. Naskah yang dikirim tidak akan melenggang begitu saja. Masukan dari para juri saat berkumpul atau workshop penulis membuat naskah harus mengalami perbaikan.

Ilustrasi yang dibuat pun menyesuaikan dengan masukan yang diberikan juri. Disinilah kerjasama yang baik memegang peranan penting. Bagaimana mewujudkan masukan dari juri dengan baik agar buku yang dibuat dapat disukai oleh pembaca. 

Apakah setelah itu perjalanan berakhir? tentu belum selesai. Perjalanan baru benar-benar mencapai garis akhir setelah buku terbit dan disebarluaskan secara digital. Semoga karya yang dibuat oleh penulis dan ilustrator dapat menemani dan memperkaya pengetahuan para pembaca.

 

workshop penulisan buku
Menyimak materi yang diberikan narasumber (dok. pribadi)


Baca juga:

Komentar