Besan Perekat Keluarga Yang Hampir Punah

Mengurus SKCK di Polres Banjarbaru Kalimantan Selatan

 

Mengurus skck di polres banjarbaru
Skck yang dibuat di Polres Banjarbaru

Mengurus SKCK di Polres Banjarbaru Kalimantan Selatan cuma membutuhkan waktu 30 menitan saja. Asalkan seluruh data yang dibutuhkan sudah lengkap.

Yup, siapa yang sudah pernah mengurus SKCK (surat keterangan catatan kepolisian), pasti sebagian besar pernah mengurus selembar surat ini untuk berbagai keperluan. Paling banyak sih buat melengkapi dokumen pekerjaan, entah untuk melamar pekerjaan atau melengkapi data setelah diterima bekerja.

Saya juga pernah mengurusnya, dulu....sekali. SKCK itu dibuat untuk melengkapi syarat seleksi penerimaan pegawai negeri. Waktu itu SKCK dicetak di atas kertas warna merah dan tipis.

Meski sudah melengkapi diri dengan SKCK toh saya tidak berjodoh alias gagal menjadi pegawai negeri. Mungkin karena hati tidak sepenuhnya berniat jadi aparat negara, lebih suka bekerja yang ada jalan-jalannya.

Semula saya mengira tidak akan lagi bersinggungan dengan pengurusan surat yang bisa dibuat di polsek atau polres ini. Kecuali kalau dimintakan tolong mengurus atau menemani ya.

Eh, saya salah. Sekian tahun berlalu, entah hingga berapa purnama, rupanya saya ditakdirkan buat bikin SKCK lagi. Bukan untuk orang lain, tapi saya pribadi. 

Baiklah. Mari membuka dokumen-dokumen yang diperlukan setelah mengintipnya di om google.

Dokumen untuk SKCK

Tidak banyak kok kelengkapan data yang harus dibawa. Dokumen ini di fotokopi, masing-masing 1 lembar ya.

Dokumen yang disiapkan adalah:

1. Kartu tanda penduduk

2. Kartu keluarga

3. Akte kelahiran/ijazah

4. 3 lembar pas photo ukuran 4x6 sebanyak 3 lembar.

Waktu mengurus seluruh fotokopi dokumen ditempatkan dalam map ya. Dokumen aslinya jangan lupa dibawa. 

Karena saya domisili di Kota Banjarbaru, maka proses dan tata cara yang saya jelaskan sesuai dengan ketentuan di sini. Namun rasanya prosedur di kota lain tidak jauh berbeda.

Baiklah mari memulai perjalanan menuju kantor Polres Banjarbaru di jalan Ahmad Yani.

Perjalanan dari rumah ke Polres Banjarbaru tidak memakan waktu lama. Faktor jalan yang sepi alias no macet sudah pasti melancarkan perjalanan.

Pagi itu saya memilih melintasi jalan di bagian dalam, sebenarnya bisa sih lewat jalan utama tapi rasanya nggak santai. Ruas jalan di Panglima Batur sangat lengang.

Dengan santai saya menikmati perjalanan sambil melihat kesibukan para pemilik warung makan melayani pembeli untuk sarapan. Stt di sini ada budaya mewarung, alias membeli sarapan di warung. Biasanya pembeli akan langsung bersantap disitu, namun semenjak pandemi lebih banyak yang membeli dengan cara dibungkus.

Ketika melewati gedung Balaikota, lapangan di depan gedung terlihat dua orang remaja perempuan duduk, sepertinya habis olahraga pagi. Sayang gerombolan merpati tak tampak hari ini, entah kemana.

Tepat di depan sebuah masjid, saya berbelok ke kanan, melewati bagian belakang Museum Lambung Mangkurat dan berbelok menuju Jalan Ahmad Yani. Itu Polresnya.

Tunggu dulu, kok gerbangnya ditutup! Mau tak mau melanjutkan perjalanan lalu berbelok ke jalan di ujung pagar Polres. Belok lagi dan masuk dari pintu belakang.

Agak nekad sih karena ini bukan pintu umum, akibatnya beberapa polisi memerhatikan dari kejauhan. Biarkan saja, sesekali menjadi pusat perhatian.

Saya langsung memarkir kendaraan di area parkir. Kemudian menuju tempat mengurus SKCK di Polres Banjarbaru Kalimantan Selatan yang terletak di seberang tempat parkir.

Nomor antrean

Begitu masuk, tampak deretan meja dilengkapi pembatas kaca. Pada bagian atas setiap meja terdapat tanda untuk pengurusan.

Urut-urutannya sebagai berikut ya. Paling ujung meja untuk mengambil sidik jari, disebelahnya meja pengurusan SKCK online, SKCK manual, informasi, tilang, dan pengurusan surat lainnya.

Saya sempat bertanya soal cara mengurus SKCK. Ternyata harus ambil nomor antrean yang berada di atas meja. Letaknya di antara bangku penunggu jadi nggak terlalu terlihat.

Pilih nomor antrean sesuai keperluan ya. Mau bikin SKCK, mengurus tilang, atau mengurus dokumen yang hilang. Setelah itu menunggu.

Isi Daftar Pertanyaan

Ketika nomor urut saya dipanggil, saya baru tahu kalau harus mengisi sejumlah pertanyaan. Daftar itu diperoleh dibagian informasi.

Baiklah, mari mengisi daftar isian yang terdiri dari 3 lembar. Data yang diperlukan umum saja kok. Ada nama, tempat tanggal lahir, alamat, nama orangtua, nama pasangan dan anak, keperluan pembuatan SKCK.

Oh ya data riwayat sekolah juga diperlukan ya, jadi siapkan contekan biar nggak bingung mengisinya. 

Baru setelah itu lembar isian itu diserahkan ke bagian pendataan SKCK di loket SKCK. Setelah itu menunggu lagi.

Sidik Jari

Lagi asyik-asyik menunggu, nama saya dipanggil seorang petugas perempuan. Lho, kok cepat sekali ya? Tapi kenapa saya diminta ke ujung, ke meja sidik jari?

Ternyata data sidik jari saya tidak terekam di Kota ini. Meskipun sudah mengambil data sidik jari untuk KTP elektronik, rupanya tidak muncul di kota lain.

Dengan sopan dan ramah, mbak-mbak pengumpul sidik jari meminta saya meletakkan ujung-ujung jari sesuai arahannya. Kanan, kiri, 4 jari kanan, 4 jari kiri, ibu jari kanan, ibu jari kiri, lalu masing-masing jari telunjuk, jari tengah, jari manis, dan telunjuk. Selesai. Menunggu lagi.

30 ribu

Dua menit kemudian saya dipanggil oleh petugas di loket SKCK online. Oh ya, pembuatan SKCK bisa dilakukan secara online, tapi harus pasang aplikasinya dan tetap mengambil SKCK di Polres ya. 

Mbak petugas meminta saya memeriksa data yang dicetak di selembar kertas, apakah sudah benar atau masih salah. Kalau sudah benar, barulah data dicetak di atas kertas SKCK berwarna putih.

Setelah selesai saya membayar Rp30.000 sesuai ketentuan yang berlaku dan terpampang jelas di atas meja petugas. Pembayarannya bisa tunai atau pakai alat EDC alias gesek kartu.

Dan, SKCK saya pun jadi dalam jangka waktu cepat, mengurus SKCK di Polres Banjarbaru Kalimantan Selatan tidak sampai 30 menit. 

Semoga informasi ini bermanfaat untuk teman-teman yang mau membuat SKCK.

Baca juga:

Mengurus surat keterangan bebas narkotika di BNN Kota Banjarbaru

Foto produk dengan smartphone

Cara membuat desain dengan Canva

6 langkah menyiapkan anak ke sekolah



Komentar

  1. Aku belum pernah sih urus SKCK. ini dibutuhin buat melamar kerja di perusahaan-perusahaan BUMN, Pemerintahan dan anak perusahaannya kan..

    BalasHapus
  2. Dapet kartu sidik jari apa nggak ya?
    Soalnya pas aku bikin dulu, dapet kartunya dan disuruh disimpen!

    BalasHapus
  3. Saya malah salfok sama petugasnya yang ramah dan sopan. Dulu saya pas bikin skck kena petugas yang galak, hiks.

    BalasHapus
  4. Jadi ingat dulu pas melamar kerja bikin skcs trus difoto kopi banyak banget. Hihi

    BalasHapus
  5. Memang udah semestinya mbak untuk urusan administrasi begini seharusnya masyarakat dilayani dengan cepat. Pernah aku ngurus perpanjangan STNK dan pas antriannya buanyaak banget. Kalo udah kaya gini kudu ngerti'in juga kan ya dengan kerjaan mereka yang bertumpuk, akhirnya aku nunggu di kantin dan habis deh sepiring nasi putih dengan lauk bistik ayam & osengan sayur hehe. Begitu kelar makan, sekitar 20 menitan tuh dipanggil deh namaku dan STNK-ku udah beres.

    BalasHapus
  6. Ingat bgt pas awal2 lamar kerja urus surat macam2 dan akhirnya bikin SKCK juga wkk

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Mohon tidak membagikan tautan disini. Silahkan meninggalkan komentar yang baik dan sopan.