Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2019

Akhirnya, Saya Naik MRT eh Ratangga Jakarta Juga.

Gambar
Sudah lama saya penasaran ingin mencoba naik MRT atau Moda Raya Terpadu. Keinginan itu timbul sejak pertama kali MRT Jakarta beroperasi.

Hasrat itu semakin menggebu ketika melihat foto-foto milik teman yang asyik mencoba moda transportasi baru itu. Aduhai, fotonya keren-keren sekali. Keretanya bagus, bersih, dan rapi. Stasiunnya pun keren. Mirip stasiun MRT di luar negeri.


Sayang, karena bermukim di luar pulau Jawa, saya harus bersabar untuk bisa menjajal Ratangga, demikian nama yang disematkan pada MRT. Dan, akhirnya kesempatan itu datang. Saat mudik merayakan lebaran bersama keluarga, saya pun bisa naik ratangga. Hore.
Megahnya Stasiun MRT Jakarta
Dalam perjalanan dari Bandara Soekarno Hatta menuju ke rumah, saya terkagum-kagum melihat stasiun dan jalur MRT yang menjulang tinggi di sekitar jalan Fatmawati. Masih terekam kuat bagaimana kemacetan yang terjadi karena pembangunan MRT. Yup, waktu itu saya masih bekerja di Jakarta.
Kala itu, sekitar tahun 2015, PT Mass Rapid Transit J…

Museum Basoeki Abdullah, jejak perjalanan seorang maestro Indonesia

Gambar
Setiap liburan, saya dan anak-anak selalu menyempatkan dirimengunjungi museum. Kali ini museum Basoeki Abdullah menjadi tujuan kami. Museum ini merekam jejak perjalanan seorang maestro lukis Indonesia yang kehidupannya berakhir dengan tragis.

Sebuah plang besar di bawah jalan MRT menjadi tanda bahwa keberadaan museum Basoeki Abdullah sudah dekat. Tinggal berbelok ke kiri lalu mengikuti jalan, maka sampailah saya ditempat yang dituju. Letak museum ini memang tidak berada di tepi jalan besar, melainkan di kawasan perumahan. Tepatnya di Jalan Keuangan Raya No. 19, Cilandak Barat, Jakarta Selatan.
Patung sang maestro serta plang bertuliskan Museum Basoeki Abdullah seakan menegaskan keberadaannya. Andaikan tidak ada plang tersebut, niscaya saya ragu kalau bangunan ini adalah museum. Ya, bangunan museum ini seperti halnya rumah biasa. Meski ada bangunan baru dan besar disampingnya, kesan rumah tinggal terasa kental.
Dipandu oleh petugas keamanan, saya menuju bangunan baru yang berada di sampin…

Berteman dinginnya di Sangria Resort and Spa, Lembang, Bandung

Gambar
Beberapa kali ke Bandung, tidak membuat saya bosan. Apalagi kawasan Lembang, kehijauan dan hawa dinginnya benar-benar melenakan. Maka, ketika mendapat tawaran menginap di Sangria Resort and Spa, saya tidak akan melewatkannya.

Ke Bandung, Aku kan kembali
Waktu mendekati pukul 15.00 ketika saya sampai di Pasteur. Begitu kaki menjejak maka resmilah saya tiba di Ibukota Provinsi Jawa Barat. 
Dari sini saya masih harus melanjutkan perjalanan menuju Lembang, tepatnya ke Sangria Resort and Spa. Selama beberapa hari, penginapan itu akan menjadi tempat tinggal sementara.

Rasanya tak sabar ingin segera tiba. Kabarnya pemandangan di sana sangat indah.
Dengan menggunakan taksi, saya melanjutkan perjalanan. Kendaraan berwarna kuning itu menyusuri jalan-jalan kecil yang mendaki dan berkelok. Di beberapa ruas jalan, badan jalan seakan mengecil karena diapit rumah penduduk.
Meski sepertinya tidak mungkin dilalui dua buah mobil, toh taksi melaju dengan nyaman. Saya sendiri menyibukkan diri melihat …