Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

Atraksi budaya di sumedang yang sayang dilewatkan

Gambar
Berwisata ke Sumedang tidak melulu melihat keindahan alam dan menikmati kuliner legendaris. Kota dengan luas 155.871,98 ha ini menawarkan sejumlah atraksi wisata budaya yang sayang untuk dilewatkan. Wisata budaya merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang menggunakan kebudayaan sebagai objeknya. Para wisatawan tak hanya melihat tapi juga bisa terlibat. Merasakan kegembiraan dan kebersamaan yang membuahkan cerita manis tak terlupakan.
Wisata budaya terbilang unik dan berbeda. Kegiatan atau atraksi yang disajikan diangkat dari kebiasaan masyarakat setempat dan dilakukan pada saat-saat tertentu. Artinya atraksi ini tidak dapat dilihat setiap saat. Namun percayalah, cerita dan keriaannya jauh lebih mengasyikan. Melihat masyarakat bergotong royong menyiapkan perhelatan, mengikuti ritual dengan penuh ketekunan, dan mengakhirinya dalam ucapan syukur akan mengayakan hati dan pengalaman. 
Berikut beberapa atraksi budaya di kota Sumedang yang berakar dari tradisi masyarakat yang sungguh sayang…

Cuci tangan dengan baik dan benar untuk mencegah penularan virus corona

Gambar
Menjaga kebersihan dapat dilakukan dengan hal sederhana yaitu mencuci tangan. Lakukanlah dengan benar agar hasilnya maksimal. Upaya ini merupakan salah satu cara untuk membentengi diri dari penyakit, termasuk penyakit yang disebabkan oleh virus. Salah satunya adalah virus corona.

Suatu hari, saya mengunjungi sebuah rumah tradisional banjar. Rumah itu besar dan terbuat dari kayu ulin. Pelan-pelan saya memasuki rumah, menginjak kayu bagian teras, lalu masuk ke ruang depan rumah, kemudian melewati pintu menuju ruang tengah dan melongok ke dapur yang berada di bawah.

Selama tur, sesekali pemiliki rumah mendatangi saya. Kami berbincang tentang kisah dan fungsi dari tiap ruangan. Suasananya sangat nyaman. Udara panas seperti tak mampu menjangkau kami. Pemakaian kayu dan air yang berada di bawah rumah seakan menjadi alat penyejuk alami.



Perbincangan terus berlanjut di ruang depan. Dimana saya bisa melihat ke halaman rumah. Ibu Fauziah bercerita bahwa di bagian teras dulu diletakkan sebuah g…

Hutan sebagai pundi-pundi rupiah yang harus dijaga

Gambar
“A nation that destroys its soils destroys itself. Forests are the lungs of our lands, purifying the air and giving fresh strength to our people.” – Franklin D. Roosevelt


Setiap akhit tahun, saya tidak sabar menunggu penjual buah dadakan muncul. Buah yang mereka tawarkan berasal dari hutan. Jenisnya bermacam-macam dengan cita rasa yang berbeda dengan buah hasil budidaya.


Karena bergantung pada kemurahan alam, jenis buah yang dijual belum tentu sama dengan tahun lalu. Rasanya saya sedang bermain tebak-tebakan buah. Bayangkan, setiap kali keluar rumah saya sibuk mengamati tepi jalan, apakah sudah ada penjaja buah dadakan? Buah apa yang dibawa?

Untungnya, pedagang buah ini mudah dikenali dari keranjang besar di atas sepeda motor dan terpal untuk meletakkan buah. Saya ingat, tahun lalu setelah panen buah limau madang, mulai muncul buah cempedak, kalangkala, dan kasturi alias mangga Kalimantan. Baru setelah itu ada buah mantuala, marawin, dan pampakin. Ketiganya termasuk dalam keluarga duri…

Ulasan : Denting Lara

Gambar
Tina tak habis pikir, dari mana Esa mendapat kekuatan untuk menghadapi bulian dan sikap tak peduli orang tuanya. Bagaimana mungkin remaja kelas 12 itu bertahan hanya didampingi seorang bibi yang mengasihinya dengan sangat. Bagaimana mungkin!
Lembar demi lembar buku digital itu pelan-pelan memberi jawaban atas pertanyaan Tina. Paduan dari rasa ingin tahu dan kemahiran penulis merangkai kata adalah mantra kuat yang mampu menarik Tina agar tak meluangkan waktu hingga kisah itu tuntas.
Pesona Esa
Ya, Esa memang memesona. Seorang gadis remaja yang hidup di masa kini namun berpenampilan apa adanya. Bukan berarti Esa tak mengenal make up dan fashion kekinian. Ia mampu memulas wajahnya dengan baik.
Namun itu hanya sebagian kecil dari pesona sesungguhnya. Hatinya begitu lembut hingga tak mampu melihat orang terdekatnya menderita.
Dia juga mampu mengenyahkan amarahnya, ketika Saskia, sahabatnya, memintanya kembali berteman. Bersama menuntaskan tugas terakhir sebagai siswa dengan nilai memuaskan.
Keti…